Australia Bersiap Evakuasi Warga dari Kapal yang Dilanda Virus Korona
Wednesday, 19 February 2020 10:21 WIB | GLOBAL |Global

Australia sedang bersiap-siap untuk mengevakuasi lebih dari 200 warganya dari kapal pesiar "Diamond Princess" yang dilanda wabah virus korona. Kapal dengan sekitar 3.700 penumpang dan awak itu telah dikarantinakan di Yokohama, Jepang, sejak 3 Februari lalu.

Lebih dari 450 penderita virus korona COVID-19 yang sudah dikukuhkan di kapal tersebut, beberapa di antaranya adalah warga Australia. Ini adalah satu kumpulan penderita virus korona yang terbesar di luar China.

Para penumpang Australia harus memutuskan hari Selasa (18/2) apakah mereka akan menerima tawaran pemerintah mereka untuk dievakuasi dari Jepang. Mereka juga akan menjalani isolasi selama 14 hari, selain waktu yang telah mereka lewatkan di "Diamond Princess".

Dalam rekaman pesan kepada para penumpang, pejabat kesehatan tertinggi Australia, Brendan Murphy, mengatakan langkah-langkah tersebut sangat esensial. œAda bukti penularan lebih lanjut yang terus berlangsung di kapal, pada awak dan sejumlah penumpang. Meskipun kami kira Anda telah dikarantina dengan baik, ada ketidakpastian mengenai apakah sebagian dari Anda akan tertular virus, dan jika Anda kembali ke Australia, Anda mungkin akan menulari keluarga atau anggota masyarakat lainnya, ujarnya.

Dua pesawat yang membawa ratusan warga AS dari kapal pesiar di Jepang telah tiba di AS, dan mereka akan menjalani karantina selama 14 hari. Namun, sebagian pelancong Amerika menolak dievakuasi, memilih untuk menunggu hingga karantina resmi di kapal itu berakhir pada 19 Februari.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kajian Keamanan Obat Malaria untuk Virus Corona Ditarik
Friday, 5 June 2020 17:46 WIB

Beberapa penulis penelitian besar yang mengangkat masalah keamanan obat malaria untuk pasien virus corona telah menarik laporan itu. Mereka mengatakan pengulas independen tidak bisa memverifikasi informasi yang banyak dipertanyakan ilmuwan lain. Penarikan kajian itu, Kamis (4/6), dalam jurnal Lance...

Chili Catat Kematian Terbesar Dalam Sehari Akibat COVID-19
Friday, 5 June 2020 09:40 WIB

Pihak berwenang menyatakan Chili, yang melaporkan kasus virus corona terbanyak di Amerika Selatan, mengukuhkan 87 kematian akibat virus itu dalam satu hari saja pada hari Rabu (3/6). Itu adalah lonjakan tertinggi dalam satu hari sejak wabah mulai merebak lebih dari dua bulan silam. Lonjakan kasus v...

Legislatif Hong Kong Mengesahkan UU Lagu Kebangsaan yang Kontroversial
Thursday, 4 June 2020 23:26 WIB

Legislatif Hong Kong, pada Kamis mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk melarang ejekan lagu kebangsaan Cina di tengah meluasnya oposisi. Langkah itu diambil pada peringatan 31 tahun penumpasan gerakan pro-demokrasi Tiananmen, dengan para aktivis menentang larangan polisi untuk mengadakan p...

Dokter Pantau Konsumsi Obat Malaria Trump
Thursday, 4 June 2020 18:52 WIB

Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemungkinan efek samping obat malaria yang diminum Trump selama dua minggu untuk mencegah virus corona. "...

Brazil Catat Rekor Baru Kematian Dalam Satu Hari Karena Virus Corona
Thursday, 4 June 2020 10:17 WIB

Brazil mengumumkan telah mencatat rekor kematian dalam satu hari akibat virus corona, Selasa (2/6). Kementerian kesehatan menyatakan telah mengukuhkan tambahan 1.262 kematian akibat COVID-19, membuat total kematian menjadi 31.199, dengan jumlah kasus terkonfirmasi sekarang mencapai 555.383, jumlah ...

ANOTHER NEWS
Wall Street Melonjak Pada Tingkat Pengangguran Secara Mengejutkan Mengalami Penurunan
Friday, 5 June 2020 20:46 WIB Saham AS melonjak pada sesi pembukaan hari Jumat setelah laporan yang diawasi dengan cermat menunjukkan penurunan mengejutkan dalam tingkat pengangguran AS, memberikan bobot pada harapan rebound ekonomi yang lebih cepat dari kemerosotan yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.