Uni Eropa Setujui Perjanjian Perdagangan dengan Vietnam
Wednesday, 19 February 2020 00:09 WIB | GLOBAL |Global

Uni Eropa telah menyetujui perjanjian perdagangan dengan Vietnam, membuktikan kelirunya mereka yang skeptis karena mengira keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan masalah HAM Vietnam akan menangguhkan pemungutan suara mengenai perjanjian tersebut.

Anggota Parlemen Uni Eropa minggu lalu memberikan suara 401 berbanding 192 untuk mendukung ratifikasi perjanjian, yang akan mengurangi hampir semua tarif impor antara blok itu dan Vietnam. Uni Eropa sedang mencari pendorong baru untuk perekonomiannya di tengah-tengah keprihatinan terkait mitra-mitra lainnya: keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang mengancam perdagangan, sementara Presiden AS Donald Trump telah mengalihkan perhatiannya dari perang dagang dengan China ke penetapan lebih banyak tarif terhadap Uni Eropa pada bulan ini. Pemungutan suara itu juga disambut sebagai kabar baik oleh Vietnam, yang khawatir perekonomiannya akan terimbas oleh perang dagang AS-China serta perebakan wabah virus korona baru.

œSejarah menunjukkan bahwa isolasi tidak akan mengubah suatu negara, kata Bernd Lange, ketua komisi perdagangan Parlemen Uni Eropa dan wakil ketua Aliansi Progresif Sosialis dan Demokrat. Itu sebabnya parlemen memutuskan mendukung perjanjian perdagangan tersebut dengan Vietnam, dan dengan perjanjian itu, Uni Eropa memperkuat perannya di Vietnam dan kawasan, ujarnya.

Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa-Vietnam akan merupakan perjanjian serupa kedua bagi Uni Eropa di Asia Tenggara. Yang pertama adalah dengan Singapura. Penurunan diperkirakan akan meningkatkan ekspor Vietnam dalam komoditi produk-produk makanan laut, tekstil dan kayu ke Uni Eropa, serta ekspor Uni Eropa untuk komoditas minuman, mesin dan obat-obatan ke Vietnam.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden China Janjikan Bantuan untuk Afrika Selatan Melawan Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 23:55 WIB

Presiden China Xi Jinping menawarkan dukungan dan sumber daya ke negara-negara Afrika, terutama Afrika Selatan, dalam perjuangan mereka melawan epidemi COVID-19. Media pemerintah China melaporkan, dalam percakapan telepon, Rabu (8/4), dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Xi menuturkan ba...

Meksiko Kehilangan Hampir 350 Ribu Pekerjaan di Tengah Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 16:45 WIB

Menteri Tenaga Kerja Meksiko Luisa Maria Alcalde mengatakan negaranya kehilangan 346.748 pekerjaan sejak pertengahan Maret selama negara itu berupaya mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Alcalde mengatakan, Rabu (8/4), kerugian terbesar terjadi di Quintana Roo, daerah pantai yang bergantu...

Pembangunan Kembali Notre Dame Paris terhenti karena Pandemi
Thursday, 9 April 2020 11:10 WIB

Setahun setelah kebakaran yang mengejutkan dunia dan menghancurkan atap katedral kuno Notre Dame di Paris, Prancis menandai ulang tahun pertama di tengah pandemi coronavirus. Pekerja yang menghilangkan kontaminasi timbal sebelum rekonstruksi dikirim pulang sebagai bagian dari upaya untuk menahan pen...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

Italia Umumkan Paket Bantuan Ekonomi Tambahan
Wednesday, 8 April 2020 16:53 WIB

PM Italia Giuseppe Conte mengumumkan paket bantuan ekonomi tambahan senilai 434 miliar dolar bagi perusahaan-perusahaan Italia dari berbagai skala yang mengalami kesulitan setelah merebaknya krisis virus corona yang menghantam keras Italia. Pada konferensi pers dengan kabinetnya di Roma, Selasa (7/...

ANOTHER NEWS
Dolar menuju kerugian pada langkah stimulus Fed; kekhawatiran virus corona mereda
Friday, 10 April 2020 08:28 WIB Dolar memulai perdagangan hari Jumat dengan sedikit goyah dan berada di jalur untuk kerugian mingguan karena program pinjaman baru besar-besaran Federal Reserve AS untuk perusahaan-perusahaan kecil dan tanda-tanda perlambatan infeksi coronavirus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.