Taliban: Kesepakatan Perdamaian dengan AS akan Ditandatangani Akhir Februari
Monday, 17 February 2020 23:39 WIB | GLOBAL |Global

Taliban, pada hari Senin (17/2) tampaknya yakin akan menandatangani kesepakatan perdamaian dengan AS menjelang akhir bulan ini di hadapan para penjamin internasional untuk mengakhiri perang di Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun.

Seorang pemimpin kelompok pemberontak itu mengatakan kepada sebuah kantor berita pro-Taliban, kedua pihak sama-sama memutuskan untuk melangsungkan upacara penandatanganan di Doha, ibukota Qatar, yang telah selama 18 bulan menjadi tuan rumah perundingan AS-Taliban.

Abdul Salam Hanafi, anggota tim perunding Taliban dan kantor politiknya di Doha, tidak memberikan tanggal pasti, namun sumber-sumber di kelompok itu sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani pada 29 Februari.

Hanafi mengatakan, perwakilan-perwakilan dari negara-negara tetangga Afghanistan, Dewan Keamanan PBB, negara-negara Islam dan Uni Eropa akan termasuk dalam daftar yang diundang untuk menyaksikan upacara itu.

Segera setelah kesepakatan ditandatangani, katanya, pemerintah Amerika dan Afghanistan akan membebaskan 5.000 pemberontak Taliban yang ditahan, dan Taliban juga akan membebaskan sekitar 1.000 orang dari penjaranya.

Meski demikian, Washington menegaskan, pihaknya hanya akan melanjutkan kesepakatan perdamaian itu jika perjanjian gencatan senjata tujuh hari yang disepakati bersama sebelumnya berhasil diimplementasikan di Afghanistan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden China Janjikan Bantuan untuk Afrika Selatan Melawan Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 23:55 WIB

Presiden China Xi Jinping menawarkan dukungan dan sumber daya ke negara-negara Afrika, terutama Afrika Selatan, dalam perjuangan mereka melawan epidemi COVID-19. Media pemerintah China melaporkan, dalam percakapan telepon, Rabu (8/4), dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Xi menuturkan ba...

Meksiko Kehilangan Hampir 350 Ribu Pekerjaan di Tengah Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 16:45 WIB

Menteri Tenaga Kerja Meksiko Luisa Maria Alcalde mengatakan negaranya kehilangan 346.748 pekerjaan sejak pertengahan Maret selama negara itu berupaya mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Alcalde mengatakan, Rabu (8/4), kerugian terbesar terjadi di Quintana Roo, daerah pantai yang bergantu...

Pembangunan Kembali Notre Dame Paris terhenti karena Pandemi
Thursday, 9 April 2020 11:10 WIB

Setahun setelah kebakaran yang mengejutkan dunia dan menghancurkan atap katedral kuno Notre Dame di Paris, Prancis menandai ulang tahun pertama di tengah pandemi coronavirus. Pekerja yang menghilangkan kontaminasi timbal sebelum rekonstruksi dikirim pulang sebagai bagian dari upaya untuk menahan pen...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

Italia Umumkan Paket Bantuan Ekonomi Tambahan
Wednesday, 8 April 2020 16:53 WIB

PM Italia Giuseppe Conte mengumumkan paket bantuan ekonomi tambahan senilai 434 miliar dolar bagi perusahaan-perusahaan Italia dari berbagai skala yang mengalami kesulitan setelah merebaknya krisis virus corona yang menghantam keras Italia. Pada konferensi pers dengan kabinetnya di Roma, Selasa (7/...

ANOTHER NEWS
Dolar menuju kerugian pada langkah stimulus Fed; kekhawatiran virus corona mereda
Friday, 10 April 2020 08:28 WIB Dolar memulai perdagangan hari Jumat dengan sedikit goyah dan berada di jalur untuk kerugian mingguan karena program pinjaman baru besar-besaran Federal Reserve AS untuk perusahaan-perusahaan kecil dan tanda-tanda perlambatan infeksi coronavirus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.