Trump Akan Gunakan AS$3,8 Miliar Dana Militer Untuk Tembok Perbatasan
Friday, 14 February 2020 11:23 WIB | GLOBAL |GlobalAmerika

Pemerintahan Presiden Donald Trump mentransfer AS$3,8 miliardana militer yang baru-baru ini disetujui untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan Amerika-Meksiko yang telah lama diupayakannya.

Pengiriman dana itu tidak hanya membuat marah tokoh-tokoh partai Demokrat, tetapi juga Republik.

Pentagon, Kamis (13/2/2020), akan mentransfer uang itu dari unit Garda Nasional, pengadaan pesawat dan pembuatan kapal ke rekening anti-narkoba guna membiayai pembangunan tembok baru.

Langkah itu, yang diumumkan dalam dokumen "pemrograman ulang" yang diserahkan kepada anggota Kongres, menuai kritik pedas Mack Thornberry, ketua fraksi Republik Komisi Angkatan Bersenjata dari Texas. Demokrat juga mengecam transfer itu, tetapi Trump tidak menghadapi konsekuensi ketika melakukan transfer serupa tahun lalu.

Tindakan Trump itu dilakukan kurang dari dua bulan setelah ia menandatangani paket alokasi besar menjadi undang-undang. Ia tidak memedulikan anggota Kongres dari kedua fraksi tahun lalu ketika mengalihkan dana dari proyek-proyek yang populer di pangkalan militer.

Anggaran fiskal 2021 Trump, yang baru dirilis pada Senin (10/2/2020) kemarin, berisi permintaan AS$2 miliar untuk tembok perbatasan, kurang dari jumlah yang diminta Trump tahun lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi
Friday, 28 February 2020 12:52 WIB

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang pandangannya tidak mereka setujui. John Denton dari Montgome...

Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu. Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan ber...

Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran. Pembicaraan itu dilangsungkan ket...

Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia 51 tahun, tetapi belum mengungkapkan nama pelaku dan korban hingga keluarga mereka diberitahu. Belu...

WHO Desak Semua Negara Bersiap Tanggapi Virus Korona
Wednesday, 26 February 2020 23:13 WIB

Sementara China melaporkan terjadinya perlambatan laju pertambahan kasus baru virus korona, para pejabat kesehatan dunia memuji respon negara itu dan mengingatkan pemerintah-pemerintah lainnya untuk bersiap secara agresif menanggapi kasus-kasus virus itu di negara masing-masing. Sejumlah pejabat ke...

ANOTHER NEWS
Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi
Friday, 28 February 2020 12:52 WIB Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.