Ungkap Rencana Perdamaian Timur Tengah, Trump dan Netanyahu Sebut ‘Perjanjian Abad Ini’
Wednesday, 29 January 2020 19:56 WIB | GLOBAL |Global

Dengan harapan mewujudkan œfajar baru di Timur Tengah, Presiden Amerika Donald Trump “ didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “ hari Selasa (28/1) mengungkap rencana perdamaiannya untuk kawasan itu.

œVisi saya adalah menghadirkan ˜win-win opportunity™ [kesempatan yang saling menguntungkan, red] bagi kedua pihak, solusi dua negara yang realistis untuk menghilangkan risiko adanya negara Palestina bagi keamanan Israel, ujar Trump di Ruang Timur Gedung Putih.

Acara itu tidak dihadiri oleh satu pun perwakilan Palestina, yang menolak rencana perdamaian itu, bahkan sebelum melihat usulan setebal 80 halaman tersebut; dan Palestina tidak diikutkan dalam perundingan tentang rencana perdamaian itu.

Presiden Palestina Tolak Rencana Perdamaian Usulan Trump

"Yerusalem tidak untuk dijual. Semua hak kami tidak untuk dijual dan tidak bisa di tawar. Perjanjian yang Anda buat, yang merupakan konspirasi, tidak akan diterima, ujar Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pidato yang ditujukan langsung kepada Presiden Trump, dari Ramallah di Tepi Barat.

Trump melihat penolakan awal seperti itu sebagai hambatan sementara, dan dalam pidatonya mengatakan telah mengirim surat kepada Abbas; mengatakan kepada pemimpin Palestina itu bahwa jika kelak ia memilih œjalan perdamaian, Amerika dan banyak negara lain, akan berada di sana dan membantunya dalam berbagai cara.

Menerima rencana perdamaian itu akan mendorong 50 miliar dolar investasi dari luar negeri, satu juta lapangan pekerjaan bagi warga Palestina dalam sepuluh tahun, dan peningkatan pendapatan atau PDB Palestina hingga dua atau tiga kali lipat, demikian janji Trump.

œSudah saatnya bagi dunia Muslim untuk memperbaiki kesalahan yang dibuatnya pada tahun 1948 ketika dunia muslim memilih untuk menyerang, bukan mengakui, negara Israel yang baru, ujar Trump.

Mesir Kini Dukung Usul Trump

Mesir, salah satu negara yang ketika itu menyatakan perang terhadap Israel, kini tidak menolak visi Trump. Kantor berita œMiddle East News Agency melaporkan Mesir menyampaikan penghargaan atas upaya berkelanjutan Amerika untuk mewujudkan penyelesaian damai yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina.

œYordania mendukung setiap upaya tulus guna mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif yang akan diterima semua orang, ujar Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dalam sebuah pernyataan.

Duta Besar Bahrain, Oman dan Uni Emirat Arab ikut hadir di Gedung Putih ketika Trump mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah tersebut.

Sejumlah analis mengatakan sebuah pernyataan publik dari Arab Saudi yang menunjukkan dukungan negara itu pada rencana Trump akan memberi bobot lebih besar, karena kerajaan itu merupakan kekuatan Muslim Sunni yang dominan.

Trump mengusulkan kedaulatan terbatas bagi Palestina “ dengan menggandakan luas wilayah yang saat ini dikuasai Palestina “ dan Israel menganeksasi sekitar sepertiga dari wilayah Tepi Barat yang disengketakan.

Trump Tegaskan Yerusalem Tetap Jadi Ibu Kota Israel

Pemerintah Israel siap melangsungkan pemungutan suara hari Minggu (2/2) untuk menganeksasi Lembah Yordan yang strategis dan seluruh permukiman Israel di Tepi Barat.

Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel, dan bagian timur kota suci itu akan dipersiapkan sebagai ibu kota Palestina, di mana Amerika akan membuka kedutaan besarnya untuk Palestina, ujar Trump.

œSaya siap memanfaatkan momentum ini dan mengubah sejarah, ujar Netanyahu kepada kerumunan pendukung yang diundang ke Gedung Putih. œPerjanjian abad ini merupakan peluang abad ini, ujarnya kepada Trump.

Netanyahu mengatakan jika Palestina mematuhi ketentuan yang ditetapkan, œIsrael siap merundingan perjanjian damai segera.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari....

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu. ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui s...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.