Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB | GLOBAL |Global

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula.

Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wuhan. Mereka telah meminta pertolongan di media sosial, sementara pemerintah China dan Bangladesh merundingkan strategi.

œLewat media sosial WeChat, para mahasiswa mendapat informasi bahwa virus menular yang misterius itu menyebar dengan cepat, ujar Mazharul Islam, seorang mahasiswa baru di School of Electrical Engineering di Universitas Wuhan kepada VOA.

œNamun kami diberitahu untuk tidak khawatir tentang hal itu dan bahwa virus itu terkendali. Lewat WeChat kami disarankan untuk menggunakan masker atau penutup mulut jika keluar dari asrama, tambahnya.

Islam mengatakan ada sekitar 30 mahasiswa Bangladesh di kampsunya. Lewat WeChat, Islam dan mahasiswa lainnya mengetahui bahwa ada 500 mahasiswa Bangladesh di Wuhan. Ia mengatakan Kedutaan Besar Bangladesh di Beijing œakan memberitahu kami jika ada evakuasi darurat. Ditambahkannya, mereka telah diberi masker dan obat pencegah penyakit dari pihak universitas.

Wakil Kepala Misi Bangladesh di Beijing, Masudur Rahman, mengatakan ada 3.000 warga Bangladesh di China, sebagian besar berstatus mahasiswa dan guru.

œKami dari Kedutaan Besar Bangladesh di Beijing, melakukan kontak dengan otoritas China dan berupaya mendapatkan solusi yang paling mungkin dalam situasi sekarang ini, ujarnya. Evakuasi œharus berlangsung lewat pengaturan bilateral.

Perancis Siap Pulangkan Warganya

Sementara itu beberapa negara lain berupaya mengatur penerbangan untuk membawa warganya keluar dari China.

Kantor berita AFP melaporkan, Perancis mengatakan akan mengoperasikan beberapa penerbangan langsung di bawah pengawasan para ahli medis di luar China pada pertengahan pekan ini bagi warga Perangis yang ingin meninggalkan China. Sejauh ini, Perancis sudah melaporkan tiga kasus infeksi virus corona.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

Italia Umumkan Paket Bantuan Ekonomi Tambahan
Wednesday, 8 April 2020 16:53 WIB

PM Italia Giuseppe Conte mengumumkan paket bantuan ekonomi tambahan senilai 434 miliar dolar bagi perusahaan-perusahaan Italia dari berbagai skala yang mengalami kesulitan setelah merebaknya krisis virus corona yang menghantam keras Italia. Pada konferensi pers dengan kabinetnya di Roma, Selasa (7/...

Arab Saudi Mengatakan Dapat Mencapai 200.000 Infeksi Coronavirus
Wednesday, 8 April 2020 10:58 WIB

Virus corona baru dapat menginfeksi antara 10.000 dan 200.000 orang di Arab Saudi, menteri kesehatan kerajaan mengatakan pada hari Selasa, mendesak masyarakat untuk lebih mematuhi arahan negara terhadap pencampuran dan pergerakan. Negara berpenduduk sekitar 30 juta sejauh ini melaporkan 2.795 kasus...

China Laporkan Tidak Ada Kematian Baru Akibat Virus Corona
Tuesday, 7 April 2020 23:58 WIB

Para pejabat kesehatan China melaporkan tidak ada kematian baru akibat virus corona selama 24 jam terakhir. Ini merupakan laporan pertama semacam itu sejak Januari. Komisi Kesehatan Nasional, Selasa (7/4) menyatakan hanya mencatat 32 kasus baru COVID-19 terkonfirmasi, semuanya adalah orang-orang ya...

Gejala COVID-19 Memburuk, PM Inggris Masuk Perawatan Intensif
Tuesday, 7 April 2020 16:51 WIB

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang sedang dirawat di rumah sakit di London karena virus corona COVID-19), dipindahkan ke unit perawatan intensif setelah gejala penyakitnya memburuk. Kantor Johnson mengatakan saat ini Johnson sadar dan tidak memerlukan ventilator. Johnson dirawat di Rumah S...

ANOTHER NEWS
Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.