Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang.

Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami menawarkan bantuan apa saja yang diperlukan kepada China dan Presiden Xi (Jinping). Pakar-pakar kita luar biasa!"

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan hari Senin untuk bertemu pejabat kesehatan dan memeriksa respon terhadap wabah tersebut. Wuhan adalah pusat wabah dan mobilitas orang-orang di sana dan beberapa kota lain dibatasi ketat sementara pemerintah berusaha mencegah penyebaran virus korona itu.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Dr. Tedros Ghebreyesus, hari Senin tiba di Beijing, di mana ia diperkirakan akan bertemu pejabat-pejabat senior China untuk membahas wabah. Badan PBB itu mengatakan masih ada peluang untuk mengatasi virus itu jika ada kerja sama yang erat.

Pihak berwenang Beijing juga melaporkan kematian pertama akibat virus tersebut di ibu kota China itu.

Secara terpisah, dalam upaya mencegah penyebaran virus, Mongolia menutup perbatasannya yang luas dengan China, sementara Hong Kong dan Malaysia mengumumkan akan melarang masuknya pengunjung dari Wuhan.

Pasar saham global anjlok hari Senin karena investor khawatir akan dampak virus korona terhadap ekonomi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari....

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu. ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui s...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

ANOTHER NEWS
Meksiko Ekstradisi Putra Pemimpin Kartel Narkoba ke AS
Monday, 24 February 2020 09:23 WIB Meksiko telah mengekstradisi putra gembong narkoba Generasi Baru di Jalisco untuk diadili di Amerika. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kelompok penjahat itu akan melakukan tindakan pembalasan. Ruben Oseguera diserahkan kepada para pejabat...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.