Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong karena arus kunjungan masuk wisatawan China yang melimpah belakangan ini.

Mulai Rabu (22/1), Korea Utara menutup perbatasannya bagi turis asing, menurut Young Pioneer Tours, perusahaan yang berbasis di China dan menawarkan layanan wisata ke Korea Utara. Dalam situsnya, perusahaan itu mengatakan, tidak jelas hingga kapan larangan itu diberlakukan, namun pihak berwenang Korea Utara mengatakan akan membuka kembali perbatasannya segera setelah mereka menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Virus baru itu diketahui bisa menimbulkan penyakit gangguan pernafasan seperti pneumonia. Dinamakan corona, virus yang diyakini dapat ditularkan antar manusia itu berasal dari Wuhan, sebuah kota di bagian tengah China. Virus itu telah menginfeksi lebih dari 500 orang, dengan 17 di antara mereka dilaporkan tewas. Kasus tersebut juga dilaporkan muncul di sejumlah negara lain, termasuk Korea Selatan, Jepang, Thailand dan AS.

Ini bukan kali pertama Korea Utara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan terhadap wabah penyakit menular di luar negeri. Pada 2014, negara itu menutup perbatasannya selama empat bulan sewaktu terjadi wabah Ebola, meskipun penyakit itu tidak pernah mencapai Asia. Korea Utara juga membatasi sejumlah kunjungan sewaktu wabah SARS merebak pada 2003.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

Korsel Laporkan 15 Kasus Baru Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 10:05 WIB

Korea Selatan, Rabu (19/2), melaporkan 15 kasus baru virus korona, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya wabah penyakit itu di negara tersebut. Hingga saat ini, ada 46 warga Korea Selatan yang telah dikukuhkan tertular virus yang sangat menular ini. Menurut Pusat Pengaw...

Erdogan Mengkritik Gerakan UE untuk Melaksanakan Embargo Senjata Libya
Wednesday, 19 February 2020 23:54 WIB

Presiden Turki, Rabu, mengkritik keputusan Uni Eropa untuk meluncurkan upaya maritim yang difokuskan pada penegakan embargo senjata AS di sekitar Libya, menuduh negara-negara Eropa yang menyetujui operasi "campur tangan di kawasan itu." Recep Tayyip Erdogan juga memuji keputusan pemerintah Libya ya...

Bantu Venezuela, Perusahaan Minyak Rusia Dikenai Sanksi oleh AS
Wednesday, 19 February 2020 18:29 WIB

Pemerintah Amerika Serikat, Selasa (18/2), mengenakan sanksi-sanksi ke perusahaan dagang milik pemerintah Rusia, Rosneft, karena membantu Venezuela menghindari embargo ekspor minyak dari negara itu. Kata pejabat pemerintah AS, Rosneft Trading Company dan kepala perusahaan itu, Didier Casimiro dimas...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir lebih rendah tetapi memangkas kerugian awal
Friday, 21 February 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite tuurun dari rekor akhir yang catat sehari sebelumnya. Analis mengatakan kekhawatiran atas penyebaran COVID-19 di China dan negara-negara tetangga tampaknya menjadi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.