ILO: Ketidaksetaraan Pekerja Ancam Kohesi Sosial
Tuesday, 21 January 2020 18:06 WIB | GLOBAL |Global

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah pengangguran dan kesenjangan kini menghalangi orang keluar dari kemiskinan dan mengancam kohesi sosial.

Untuk tahun kesembilan berturut-turut, ILO melaporkan bahwa tingkat pengangguran dunia tetap stabil, yaitu sekitar 188 juta orang. Namun ditambahkan, pengangguran diproyeksikan akan meningkat 2,5 juta orang tahun ini.

ILO mengatakan laporan tentang pengangguran itu sebetulnya lebih buruk, kalau kita perhitungkan adanya 285 juta orang yang tidak punya pekerjaan yang memberi upah cukup. Dengan demikian, tingkat pengangguran dunia saat ini yaitu 5,4% akan meningkat menjadi 13%.

Dirjen ILO Guy Ryder mengatakan ini berarti lebih dari 470 juta atau hampir separuh dari satu miliar orang tidak bekerja atau tidak bekerja penuh waktu. Ditambahkannya, orang-orang ini tidak dapat keluar dari kemiskinan karena merkea bekerja dengan jumlah jam kerja yang lebih kecil dibanding yang ingin mereka lakukan, atau dibayar dengan upah minim untuk pekerjaan yang dilakukan.

Laporan itu mendapati ketidaksetaraan signifikan di tempat kerja yang didefinisikan oleh gender, usia dan lokasi geografis terus meningkat. Ditambahkan, kesenjangan gender terus melebar. Pada tahun 2019, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja mencapai 47%, atau 27% lebih rendah dibanding tingkat prosentase laki-laki.

Situasi bagi anak muda yang berusia 15-24 tahun lebih buruk lagi. Laporan itu mengatkaan 262 juta anak muta tidak memiliki pekerjaan dan tidak mendapat latihan ketrampilan apapun. Ryder mengatakan ketidaksetaraan ini secara politis tidak dapat diterima dan tidak boleh dipertahankan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

WHO: Kasus dan Kematian Akibat Corona di Eropa Terus Meningkat
Friday, 27 March 2020 10:42 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (26/3) melaporkan lebih dari 220 ribu kasus baru virus corona dan 11.987 kematian di Eropa, tiga kali lipat dibandingkan jumlah sepekan yang lalu. Berbicara di Kopenhagen, Direktur Kawasan Eropa WHO Dr. Hans Kluge mengatakan angka-angka baru itu mengindikasik...

China menegur Pompeo atas Komentar 'Virus Wuhan'
Thursday, 26 March 2020 23:41 WIB

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakukan "kampanye disinformasi" tentang epidemi tersebut. Pompeo membuat komentar kepada wartawan pada R...

Trump Imbau Kongres Sahkan RUU Stimulus Ekonomi
Thursday, 26 March 2020 18:27 WIB

Presiden Amerika Donald Trump meminta kedua majelis Kongres Amerika agar mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) stimulus $2 triliun yang ditujukan untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terhenti oleh pandemi virus corona. Ini adalah paket tunggal terbesar untuk membantu warga Amerika dan ...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Berakhir Dengan Penguatan (Review)
Saturday, 28 March 2020 03:16 WIB Bursa saham Hong Kong naik pada hari Jumat, menutup minggu yang sehat dengan catatan positif karena investor menyambut rencana stimulus AS dan janji oleh Federal Reserve untuk meredakan kekhawatiran likuiditas. Indeks Hang Seng bertambah 0,56...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.