Sidang Ekstradisi Eksekutif Huawei Dimulai di Kanada
Monday, 20 January 2020 23:26 WIB | GLOBAL |Global

Tahap pertama sidang ekstradisi eksekutif senior perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei, dimulai Senin (20/1) di sebuah pengadilan di Vancouver, kasus yang memicu kemarahan Beijing dan menimbulkan kekhawatiran mengenai akan terjadinya perang teknologi yang memanas antara China dan AS.

Penangkapan CFO (chief financial officer) Huawei, Meng Wanzhou, yang kebetulan putri pendiri Huawei, pada akhir 2018, atas permintaan AS mengejutkan Beijing.

Huawei, yang mewakili ambisi China untuk menjadi kekuatan teknologi dunia, merupakan sumber keprihatinan keamanan AS selama bertahun-tahun. Beijing memandang kasus Meng sebagai usaha untuk mengekang kebangkitan China.

"Ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah China. Mereka luar biasa marah. Mereka akan memantau ini secara seksama, kata Wenran Jiang, cendekiawan senior di Lembaga Riset Asia University of British Columbia.

Washington menuduh Huawei menggunakan sebuah perusahaan fiktif Hong Kong untuk menjual peralatan ke Iran sehingga melanggar sanksi-sanksi yang diberlakukan AS. Washington mengatakan Meng, 47, melakukan penipuan dan mengelabui Bank HSBC mengenai urusan bisnisnya di Iran.

Meng, yang bebas dengan jaminan dan tinggal di salah satu rumah mewahnya di Vancouver, membantah tuduhan itu. Tim pembela Meng mengatakan, pernyataan-pernytaan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump menyiratkan bahwa kasus terhadap dirinya bermotivasi politik.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari....

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu. ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui s...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.