Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB | GLOBAL |Global

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar pakar perdagangan yang melihat kabar baik dalam setiap pengurangan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Kesepakatan itu juga menyisakan banyak tantangan besar untuk diatasi dalam negosiasi "Fase 2" yang menurut para ahli akan jauh lebih sulit untuk diselesaikan dengan sukses.

Perjanjian Fase 1 memberi AS beberapa jaminan bahwa China akan mereformasi beberapa praktiknya terkait dengan perlakuan terhadap kekayaan intelektual, membuka pasarnya kepada perusahaan jasa keuangan AS, dan membeli lebih banyak barang dan jasa buatan AS, khususnya di bidang pertanian

Namun, hal itu meninggalkan tarif pada sebagian besar barang yang diperdagangkan antara kedua negara, dan tidak membahas poin utama yang menjadi perhatian, termasuk kebijakan industri Cina yang mensubsidi perusahaan domestik untuk menjadikannya lebih kompetitif secara internasional. Itu juga tidak secara khusus menyentuh pada pencurian informasi bisnis yang di klaim AS dan dipatenkan oleh Beijing.

Kedua negara telah terlibat dalam perang dagang selama hampir dua tahun, dengan tarif yang telah tumbuh untuk menutupi barang senilai ratusan miliar dolar. Kedua belah pihak telah mengalami kesulitan ekonomi yang besar sebagai akibatnya, membuat setiap langkah untuk mengurangi ketegangan disambut baik oleh sebagian besar pakar perdagangan dan perwakilan dari komunitas bisnis.(mrv)

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Trump: AS 'Hampir Sampai' pada Kesepakatan Damai di Afghanistan
Wednesday, 26 February 2020 11:54 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan selama seminggu di seluruh negeri dengan kelompok pemberontak itu dipatuhi œsejauh ini, begitu baik. ...

Tidak Perlu Checkout: Amazon Membuka Toko Kelontong Tanpa Kasir
Tuesday, 25 February 2020 23:49 WIB

Raksasa ritel daring ini membuka supermarket tanpa kasir pertamanya, pertanda terbaru bahwa Amazon serius mengguncang industri bahan makanan senilai $ 800 miliar. Di toko baru, yang dibuka Selasa di Seattle, pembeli dapat mengambil susu atau telur dan berjalan keluar tanpa memeriksa atau membuka do...

Kasus Virus Korona di Italia Dikonfirmasi Melebihi 200
Tuesday, 25 February 2020 19:30 WIB

Korban tewas di Italia akibat wabah virus Korona mencapai tujuh orang dengan lebih dari 200 kasus dikonfirmasi. Setidaknya 10 kota di utara berada dalam status isolasi dan tentara memastikan tidak ada yang masuk ataupun meninggalkan kota selama periode karantina. Pihak berwenang Italia bekerja sepa...

Pelopor Matematika Kulit Hitam AS, Katherine Johnson Meninggal
Tuesday, 25 February 2020 12:27 WIB

NASA mengumumkan Katherine Johnson, ahli matematika yang bekerja pada awal misi ruang angkasa NASA sekaligus pelopor perempuan kulit hitam AS tentang masalah angkasa yang telah diabadikan dalam film ˜Hidden Figures,™ telah meninggal dunia. Dalam cuitan Senin (24/2) pagi, badan antariksa AS itu ...

Kasus Coronavirus Pertama Afghanistan Dikonfirmasi
Monday, 24 February 2020 23:36 WIB

Para pejabat di Afghanistan, Senin, mengatakan seorang pasien yang baru-baru ini mengunjungi negara tetangganya Iran telah dites positif terkena virus korona dan sedang diisolasi di sebuah rumah sakit di provinsi perbatasan barat Herat. Pernyataan itu muncul ketika wabah penyakit itu, yang dikenal ...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo ditutup turun terkait kekhawatiran pandemi
Wednesday, 26 February 2020 13:22 WIB Saham Tokyo ditutup lebih rendah pada hari Rabu melanjutkan penurunan di Wall Street karena pejabat kesehatan memperingatkan kemungkinan meningkatnya pandemi virus corona. Indeks acuan Nikkei 225 kehilangan 0,79 persen, atau 179,22 poin, menjadi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.