Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB | GLOBAL |Global

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanistan pekan ini.

Khalilzad bertemu Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di Islamabad, dan memberi penjelasan mengenai diskusi AS-Taliban di ibukota Qatar, Doha, sebut pernyataan dari Pakistan.

œKami berharap perundingan AS-Taliban akan segera dimulai lagi, kata Qureshi yang dikutip pernyataan itu, tampaknya mengacu pada pembicaraan itu, yang baru saja dimulai kembali namun kemudian terhenti.

Qureshi mengukuhkan tekad Pakistan untuk terus memainkan perannya œmemfasilitasi proses perdamaian Afghanistan dan kembali menekankan bahwa tidak ada solusi militer bagi konflik di negara tetangganya itu.

Para pemimpin Taliban mempertahankan kontak erat mereka dengan Islamabad, dan keluarga mereka juga tinggal di Pakistan, di antara hampir tiga juta pengungsi Afghanistan yang ditampung Pakistan.

Serangan bunuh diri dengan bom mobil dan senjata api hari Rabu terhadap pangkalan Bagram menimbulkan korban yang kebanyakan warga sipil Afghanistan di kawasan sipil di sekitarnya dan tidak membahayakan pasukan AS dan NATO.

Taliban dengan segera mengaku melancarkan serangan tersebut.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.