Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB.

Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea Utara meninggalkan program misil dan nuklirnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan pernyataan duta besar AS itu ceroboh.

œAS melakukan hal bodoh yang akan menjadi bumerang, dan jelas membantu kami membuat keputusan tegas mengenai jalan yang akan dipilih, kata juru bicara itu dalam suatu pernyataan kepada kantor berita pemerintah KCNA.

Juru bicara itu tidak memberi rincian, tetapi ia mengatakan pernyataan AS membantu Pyongyang membuat œkeputusan pasti mengenai bagaimana negara itu melakukan pendekatan terhadap tenggat yang ditetapkan pemimpin Korut Kim Jong-un bagi AS untuk menawarkan ketentuan yang dapat disepakati bersama guna menghidupkan kembali pembicaraan.

Perundingan itu macet Februari lalu, setelah AS menolak tuntutan Korea Utara bagi pelonggaran sanksi-sanksi sebagai imbalan atas ditinggalkannya sebagian kemampuan nuklir Pyongyang.

Korea Utara telah melakukan beberapa kali uji coba misil balistik dan artileri roket sejak Mei dan telah mengisyaratkan akan mencabut moratorium mengenai uji coba nuklir dan misil jarak jauh jika AS gagal membuat konsesi yang signifikan sebelum tahun baru.

AS telah mendorong dimulainya kembali pembicaraan tetapi Korea Utara menyatakan tidak akan terus mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump yang kemudian dapat digunakan sebagai bukti keberhasilan kebijakan luar negerinya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.