Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB | GLOBAL |Global

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu.

Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada peluang 40 hingga 60 persen sebuah letusan besar lain akan terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Gas berancun dilaporkan terus mengepul dari kawah gunung itu dan Pulau Putih sendiri tertutup abu asam.

Enam orang telah dikukuhkan tewas, sementara sembilan orang lainnya hilang dan sedikitnya 31 orang terluka. Para pejabat kesehatan mengatakan, sedikitnya 27 penyintas menderita luka bakar hebat dengan lebih dari 71 persen tubuh mereka terbakar. Dari jumlah itu, kata para pejabat itu, 22 di antara korban luka bakar terpaksa mendapat bantuan pernafasan.

Pihak berwenang mengatakan, sekitar 47 orang sedang melakukan tur di pulau tersebut saat terjadi letusan, termasuk 24 warga negara Australia. Warga negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, Malaysia dan Selandia Baru juga tercatat sedang mengunjungi pulau itu. Sebagian korban diketahui merupakan penumpang kapal pesiar Royal Caribbean.

Australia telah mengirim sebuah pesawat militer ke Selandia Baru untuk membawa pulang 10 korban kembali ke Australia untuk menjalani pengobatan.

GeoNet menaikkan tingkat peringatan gunung berapi bulan lalu ke Tingkat Dua pada skala lima tingkat yang memantau kemungkinan erupsi. Masih gambar yang diambil oleh kamera GeoNet dipasang di sepanjang kawah gunung berapi menunjukkan sekelompok wisatawan berjalan di lantai kawah beberapa saat sebelum letusan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.