Aung San Suu Kyi Hadir di Pengadilan Den Haag Ketika Myanmar Dituduh Melakukan Genosida
Wednesday, 11 December 2019 18:27 WIB | GLOBAL |Global

Penasihat negara Myanmar, pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, hadir di Mahkamah Internasional di Den Haag, Selasa untuk membela pemerintahnya dari tuduhan genosida.

Militer Myanmar dituduh melakukan kampanye pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap komunitas Muslim Rohingya pada tahun 2017, memaksa lebih dari 700.000 orang melarikan diri ke negara tetangganya Bangladesh.

Aung San Suu Kyi sebelumnya dikenakan tahanan rumah selama 15 tahun hingga 2010, tetapi ia sekarang justru membela militer yang pernah memenjarakannya. Hampir 28 tahun sejak ia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, penasihat negara itu mendengarkan pengacara untuk Gambia, yang mengajukan kasus terhadap Myanmar, mulai merinci dugaan tindakan genosida.

Pengacara Gambia Andrew Loewenstein menceritakan kisah seorang saksi ketika para prajurit membunuh anggota laki-laki dari keluarganya. Mereka menembak orang-orang itu terlebih dahulu dan kemudian menggorok leher mereka. œHalaman menjadi bergelimang darah, kata pengacara Andrew Loewenstein pada pengadilan Mahkamah Internasional itu. Mereka membunuh suami, ayah mertua dan kedua keponakan saksi yang berusia 15 dan 8 tahun. Mereka bahkan membunuh anak itu dengan cara yang sama, lanjut Loewenstein

Menteri Kehakiman Gambia Abubacarr Tambadou hari Selasa mengatakan kepada wartawan ia ingin Mahkamah Internasional memerintahkan tindakan khusus untuk melindungi warga Rohingya sampai kasus genosida itu sepenuhnya didengar.

"Kita adalah penandatangan Konvensi Genosida seperti negara lainnya. Ini menunjukkan bahwa kita tidak harus memiliki kekuatan militer atau kekuatan ekonomi untuk membela keadilan," kata Tambadou.

Sejumlah demonstrasi terjadi di Myanmar menentang sidang pengadilan itu. Di kamp-kamp pengungsi di negara tetangganya, Bangladesh, Muslim Rohingya melakukan sholat ketika sidang kasus ini berlangsung.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.