Inggris Bersiap Pemilu, Perjuangan Berat Brexit Diperkirakan Berlanjut
Wednesday, 11 December 2019 11:01 WIB | GLOBAL |Global

Para pemimpin politik Inggris melakukan persiapan terakhir menjelang pemilihan umum pada Kamis (12/12), yang didominasi oleh masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sebuah laporan baru dari kelompok analis, The UK in a Changing Europe di Kings College London, menyimpulkan bahwa baik partai Konservatif yang berkuasa maupun partai oposisi partai Buruh tidak jelas atau menyesatkan publik terkait Brexit. Kelompok itu juga memperingatkan kesulitan masa depan hubungan Inggris dengan Uni Eropa yang mungkin akan bertambah buruk.

Pihak Konservatif berencana meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari 2020 berdasarkan Perjanjian Penarikan yang dirundingkan dengan Brussels, jika mereka menang mayoritas pada 12 Desember. Pemimpin partai konservatif, Boris Johnson, saat melakukan kunjungan ke pasar ikan di pelabuhan Grimsby pada Senin (9/12), berjanji untuk meningkatkan industri perikanan setelah Brexit.

"Saya kira ini adalah kesempatan untuk melihat salah satu cara di mana negara ini akan mengambil alih kendali atas industri yang besar begitu kita menyelesaikan Brexit pada Januari," kata Johnson.

Jauh dari industri yang sangat besar, penangkapan ikan komersial hanya mencapai 0,1 persen dari ekonomi Inggris tetapi kendali atas hak penangkapan ikan memiliki nilai simbolis bagi banyak pemilih pro-Brexit, yang ingin mencegah kapal-kapal Eropa mengakses perairan Inggris. Namun, tiga perempat ikan yang ditangkap Inggris sebagian besar diekspor ke Uni Eropa dan hambatan perdagangan apa pun bisa merusak industri ini.

Tema penting pemilu Partai Konservatif adalah menyelesaikan Brexit. Tetapi Inggris belum merundingkan hubungan masa depannya dengan Uni Eropa dan itu kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun. Dampak Brexit seperti itu umumnya diabaikan, kata Jill Rutter dari program The UK in a Changing Europe.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Bintang NBA Kobe Bryant dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Monday, 27 January 2020 15:26 WIB

Para penggemar olahraga di seluruh dunia kehabisan kata-kata untuk menggambarkan perasaan mereka mengenai kematian pebasket legendaris AS Kobe Bryant (41 tahun). Bryant dan puterinya Gianna, 13 tahun, termasuk sembilan korban tewas dalam kecelakaan helikopter di luar Los Angeles Minggu (26/1). Mere...

Trump: Ada 'Konsekuensi Serius' kalau Inggris Biarkan Huawei Bangun Jaringan 5G
Monday, 27 January 2020 11:29 WIB

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tentang "konsekuensi serius" jika ia membiarkan raksasa telekomunikasi China Huawei berperan dalam membangun jaringan telepon 5G Inggris, menurut pejabat di kedua sisi Atlantik. Peringatan itu terjadi setelah berbul...

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

ANOTHER NEWS
Emas Naik ke Tertingginya 2-Minggu Terkait kekhawatiran Virus Memicu Pembelian Safe Heaven
Monday, 27 January 2020 18:31 WIB Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu pada hari Senin karena ekuitas melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa wabah virus China dapat berdampak pada ekonomi negara itu, mendorong investor untuk menjatuhkan aset...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.