Rusia Dilarang Ikut Olimpiade Selama 4 Tahun Karena Doping
Monday, 9 December 2019 23:50 WIB | GLOBAL |Global

Komite eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) atau œBadan Anti-Doping Dunia telah mengirim teguran œkeras kepada otoritas olahraga Rusia, dan melarang atlet dan pejabat dari negara itu ikut Olimpiade dan kejuaraan dunia dalam berbagai jenis olahraga selama empat tahun.

Komite itu membuat keputusan œdengan suara bulat Senin (9/12) setelah WADA menyimpulkan bahwa Moskow telah merusak data laboratorium dengan mencantumkan bukti-bukti palsu dan menghapus file yang terkait dengan tes doping positif yang seharusnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecurangan dalam penggunaan doping.

œSudah terlalu lama, doping Rusia telah merongrong olahraga yang bersih. Pelanggaran terang-terangan oleh otoritas Rusia tentang kondisi pemulihan RUSADA menuntut tanggapan keras. Itulah persisnya yang telah disampaikan hari ini, kata Presiden WADA Sir Craig Reedie dalam sebuah pernyataan.

œRusia diberi kesempatan luas untuk menata dirinya dan bergabung kembali dengan komunitas anti-doping global demi kebaikan atletnya dan integritas olahraga, tetapi sebaliknya negara itu memilih untuk melanjutkan sikap kecurangan dan penolakannya, tambahnya. .

œSebagai hasilnya, WADA telah menanggapi dengan sekeras mungkin, sambil melindungi hak-hak atlet Rusia yang dapat membuktikan bahwa mereka tidak terlibat dan tidak mendapat manfaat dari tindakan penipuan ini."

Badan Anti-Doping Rusia (RUSADA) diberi waktu 21 hari untuk secara resmi mengajukan banding atas putusan tersebut ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga yang berbasis di Lausanne, Swiss.

Sebagian anggota parlemen Rusia segera mengecam langkah itu dan mengatakan harus diajukan banding.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tokyo Keluarkan Peringatan Tertinggi Eskalasi Covid-19
Wednesday, 15 July 2020 23:23 WIB

Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Rabu (15/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mengenai eskalasi penyebaran infeksi Covid-19 di ibu kota Jepang itu, dengan meminta warga dan pemilik usaha untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan, tetapi tidak menyerukan penutupan bisnis. Badan penyiaran publik Jep...

Saham Moderna Melonjak 17% Terkait Berita Uji Coba Vaksin Virus Corona
Wednesday, 15 July 2020 16:05 WIB

Saham Moderna Inc. melejit dalam sesi lanjutan Selasa kemarin setelah perusahaan bioteknologi tersebut mengatakan bahwa bakal vaksin virus corona-nya menghasilkan respons sistem kekebalan yang "kuat" pada sekelompok besar orang dan studi ini akan beralih ke uji klinis yang menentukan pada Juli ini. ...

Pemerintahan Trump Batalkan Peraturan Visa Mahasiswa Asing
Wednesday, 15 July 2020 10:15 WIB

Setelah menghadapi delapan tuntutan hukum federal dan oposisi dari ratusan universitas, pemerintahan Trump pada hari Selasa (14/7) membatalkan peraturan yang hendak mengharuskan mahasiswa internasional untuk pindah atau meninggalkan Amerika jika perguruan tinggi tempat mereka belajar menyelenggaraka...

China Menuduh AS Menabur Perselisihan di Laut Cina Selatan
Tuesday, 14 July 2020 23:41 WIB

Penolakan pemerintahan Trump terhadap klaim China yang luas atas sebagian besar Laut Cina Selatan muncul di Asia sebagai langkah politik tahun pemilihan, dengan beberapa orang menyerukan ketenangan di tengah kekhawatiran ketegangan yang lebih besar. China menuduh AS mencoba menabur perselisihan ant...

Lebih dari 600 ribu Warga Hong Kong Berikan Suara dalam Pemilihan Oposisi
Tuesday, 14 July 2020 18:28 WIB

Lebih dari 600.000 warga Hong Kong memberikan suara mereka dalam pemilihan pendahuluan kelompok-kelompok demokrasi akhir pekan ini. Jumlah pemilih yang berpartisipasi kali ini melebihi jumlah yang diharapkan oleh penyelenggara dalam pemilihan yang secara luas dilihat sebagai tanda berlanjutnya oposi...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong Berakhir Hampir Tidak Bergerak (Review)
Thursday, 16 July 2020 03:19 WIB Bursa Hong Kong bergerak mendatar pada hari Rabu, telah berayun sepanjang hari, dengan harapan untuk vaksin bermain melawan lonjakan infeksi di kota dan keputusan Donald Trump untuk menghapus status perdagangan khusus. Indeks Hang Seng naik tipis...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.