AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB | GLOBAL |GlobalAmerika

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran.

Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan yang ditambahkan ke pasukan AS di kawasan itu sejak awal tahun ini, kata harian itu, mengutip para pejabat AS yang tidak disebut namanya.

Dikatakan, Presiden Donald Trump dapat membuat keputusan tentang peningkatan pasukan itu paling awal bulan ini.

Seorang juru bicara Pentagon menolak mengomentari laporan itu kepada kantor berita AFP.

Langkah itu dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal kargo dan tanker, serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap kilang minyak Saudi pada September yang diduga dilakukan oleh Iran.

Amerika telah meningkatkan kehadiran militernya di Teluk dan memperluas sanksi ekonomi pada negara itu yang meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah.

Pada pertengahan November, kapal induk AS Abraham Lincoln berlayar melewati Selat Hormuz. Unjuk kekuatan AS itu bertujuan meyakinkan semua negara sekutu AS yang khawatir dengan ancaman Iran.

Pada Oktober, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan, dua skuadron tempur dan tambahan baterai pertahanan rudal sedang dikirim ke Arab Saudi berjumlah sekitar 3.000 tentara baru.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.