Perancis Bersiap Hadapi Pemogokan Massal
Thursday, 5 December 2019 16:56 WIB | GLOBAL |Global

Perancis sedang bersiap menghadapi pemogokan nasional yang rencananya digelar Kamis (5/12) pagi waktu setempat. Mogok massal itu diperkirakan dapat melumpuhkan kegiatan di negara itu.

Serikat buruh Perancis telah menyerukan pemogokan atas rencana Presiden Emmanuel Macron untuk merombak sistem pensiun.

Di Paris, serikat pekerja berencana untuk berunjuk rasa pada hari ini, Kamis. Untuk mengantisipasi unjuk rasa itu, polisi memperingatkan semua toko, kafe, dan restoran di sepanjang rute demo untuk tutup pada hari ini.

Hotel-hotel di Paris melaporkan banyak tamu yang membatalkan pesanan kamar karena mereka mengalihkan rencana bepergian. Sebagian besar sistem Metro Paris akan ditutup. Juga semua layanan kereta api nasional dan internasional.

Sebagian besar akan berdampak pada penerbangan, karena pengawas lalu lintas udara telah mengumumkan rencana untuk bergabung dengan pada pengunjuk rasa hingga Sabtu (7/12). Serikat guru, pekerja dinas pos dan sebagian besar pegawai negeri sipil juga berencana untuk ikut berunjuk rasa.

Kepala Kepolisian Paris Didier Lallement mengatakan, 6.000 petugas dikerahkan di tengah kekhawatiran kekerasan dan perusakan properti. Protes dilarang di Champs-Elysees di sekitar istana presiden, Parlemen dan Katedral Notre Dame.

Protes memiliki potensi untuk menjadi lebih tidak stabil daripada pemogokan lain dalam beberapa tahun terakhir, termasuk demonstrasi "rompi kuning".

Sistem pensiun Prancis telah lama dianggap sakral. Terakhir kali pemerintah mencoba merombaknya adalah pada tahun 1995 ketika protes membuat negara itu terhenti selama tiga minggu sampai saat itu Presiden Jacques Chirac mengakui kekalahan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit. Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerban...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu akan menguji kemampuannya mengatasi tentangan serikat kerja yang kuat, dan merombak sistem pensiun ya...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.