Sejumlah pria bersenjata membunuh pekerja bantuan Jepang dan 5 lainnya di Afghanistan
Wednesday, 4 December 2019 17:01 WIB | GLOBAL |Global

Sejumlah pria bersenjata tak dikenal telah membunuh seorang pekerja bantuan Jepang dan lima koleganya di Afghanistan timur.

Para pejabat mengatakan penembakan maut itu terjadi pada Rabu pagi di Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar.

Seorang juru bicara pemerintah provinsi mengatakan kepada VOA, yang membunuh Dr. Tetus Nakamura dan anggota organisasi non-pemerintah Layanan Medis Jepang (JMS) sedang melakukan perjalanan ke lokasi proyek ketika mereka diserang.

Attaullah Khogyani mengatakan bahwa Nakamura, kepala organisasi non-pemerintah, œterluka parah dan dibawa ke rumah sakit kota tempat ia meninggal karena luka-lukanya. Sopir Afganistan dan beberapa penjaga keamanannya termasuk di antara mereka yang tewas, tambahnya.

Taliban dalam sebuah pernyataan singkat membantah keterlibatan dalam serangan yang menewaskan dokter medis Jepang berusia 73 tahun dan rekan-rekannya. Baik gerilyawan Taliban dan gerilyawan yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris Negara Islam cabang Afghanistan beroperasi di Nangarhar.

Saksi mata mengatakan kepada VOA setidaknya tiga penyerang mengambil bagian dalam serangan itu dan berhasil melarikan diri.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani baru-baru ini menganugerahkan kewarganegaraan kehormatan Dr. Nakamura ke Afghanistan selama satu dasawarsa lamanya sebagai kepala badan amal Jepang di Nangarhar. Dia telah tiba di negara itu setelah pendahulunya dari Jepang diculik dan dibunuh.

Serangan hari Rabu terjadi lebih dari seminggu setelah seorang warga negara AS yang bekerja untuk PBB tewas di ibukota Afghanistan Kabul.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan 24 November.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

Taiwan Desak China Rilis Semua Informasi tentang Virus Corona
Thursday, 23 January 2020 11:39 WIB

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendesak China, Rabu (22/1) agar merilis semua informasi tentang wabah virus baru dan bekerja sama dengan Taiwan untuk menghentikan penyebarannya. Atas desakan China, Taiwan bukan anggota Organisasi Kesehatan Dunia dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam pertemuan-pert...

Trump Tidak Kesampingkan Sanksi Terhadap Irak
Wednesday, 22 January 2020 23:46 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (22/1) tidak mengesampingkan sanksi terhadap Irak, tetapi menyatakan apa yang disebutnya œhubungan yang sangat baik ketika ditanya tentang kemungkinan rencana menarik pasukan Amerika dari Irak. œKami akan melihat apa yang terjadi, karena kami harus melakuk...

ANOTHER NEWS
Pemangkasan Suku Bunga BOE Diragukan Ditengah Pertanda Peningkatan Pertumbuhan Pasca Pemilu
Friday, 24 January 2020 16:43 WIB Sebuah tindakan yang diawasi ketat dari kegiatan ekonomi Inggris melonjak ke level tertinggi sejak 2018 pada Januari, melemahkan kasus untuk pemangkasan suku bunga Bank of England minggu depan. Indeks cepat IHS Markit untuk output di seluruh...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.