Presiden Rusia Tandatangani Undang-Undang tentang 'Agen Asing'
Wednesday, 4 December 2019 00:14 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani RUU yang mengubah undang-undang yang ada mengenai jaringan media yang dianggap sebagai œagen asing yang menurut para kritikus digunakan untuk memberangus perbedaan pendapat, membatasi pluralitas berita, dan mencegah pertukaran gagasan secara bebas.

Undang-undang baru itu memberi pemerintah wewenang untuk melabeli wartawan sebagai agen asing jika mereka bekerja untuk organisasi yang secara resmi terdaftar sebagai œagen asing.

Label itu akan diterapkan pada individu yang berkolaborasi dengan jaringan media asing dan menerima dukungan finansial atau materi lainnya dari media bersangkutan.

Jika sesuatu yang dikeluarkan oleh media asing melanggar peraturan Rusia, œnorma-norma baru itu memungkinkan pemerintah Rusia untuk memblokir situs-situs agen asing atau badan hukum yang didirikan oleh mereka. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita TASS.

Rusia mengesahkan undang-undang œagen asing asli “ yang mewajibkan semua LSM yang menerima dana asing untuk mendaftar “ pada 2012 menyusul gelombang protes anti-pemerintah terbesar sejak Putin berkuasa. Putin menyalahkan pengaruh Barat dan uang sebagai pemicu protes-protes itu.

Para pengecam mengatakan undang-undang itu memberikan stigma pada organisasi-organisasi yang masukan ke dalam kategori œagen Asing, dan juga akan memberikan stigma pada para wartawan yang dicap sebagai agen asing.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upa...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah itu kemungkinan akan merugikan ekonomi Korea Utara, yang menghadapi sanksi berat namun tertolong kar...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secara resmi diberitahu tentang hasil pemilihan parlemen, Sakellaropoulou mengatakan dia akan menggunakan...

Taiwan Desak China Rilis Semua Informasi tentang Virus Corona
Thursday, 23 January 2020 11:39 WIB

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendesak China, Rabu (22/1) agar merilis semua informasi tentang wabah virus baru dan bekerja sama dengan Taiwan untuk menghentikan penyebarannya. Atas desakan China, Taiwan bukan anggota Organisasi Kesehatan Dunia dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam pertemuan-pert...

Trump Tidak Kesampingkan Sanksi Terhadap Irak
Wednesday, 22 January 2020 23:46 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (22/1) tidak mengesampingkan sanksi terhadap Irak, tetapi menyatakan apa yang disebutnya œhubungan yang sangat baik ketika ditanya tentang kemungkinan rencana menarik pasukan Amerika dari Irak. œKami akan melihat apa yang terjadi, karena kami harus melakuk...

ANOTHER NEWS
Pemangkasan Suku Bunga BOE Diragukan Ditengah Pertanda Peningkatan Pertumbuhan Pasca Pemilu
Friday, 24 January 2020 16:43 WIB Sebuah tindakan yang diawasi ketat dari kegiatan ekonomi Inggris melonjak ke level tertinggi sejak 2018 pada Januari, melemahkan kasus untuk pemangkasan suku bunga Bank of England minggu depan. Indeks cepat IHS Markit untuk output di seluruh...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.