Korea Selatan Frustrasi atas Kebijakan AS tentang Korea Utara
Monday, 2 December 2019 23:29 WIB | GLOBAL |Global

Penasihat senior Presiden Korea Selatan menyatakan frustrasi berat atas kebijakan Amerika terhadap Korea Utara, karena Amerika tidak membantu Korea Selatan memainkan peran sebagai penengah dalam perundingan dengan Pyongyang.

Jeong Se-hyun, penasihat presiden tentang masalah penyatuan kedua Korea mengatakan kepada VOA, Amerika juga mestinya menawarkan insentif lebih banyak kepada Korea Utara supaya menghentikan program senjata nuklirnya.

œJangan berpura-pura menawarkan hadiah, tapi sebenarnya menggunakan ancaman, kata Jeong.

"Korea utara harus diberi œhadiah dulu," katanya, "dan kalau tidak berhasil barulah digunakan œcambuk.

Komentar Jeong itu keluar menjelang tenggat waktu yang diumumkan Korea Utara supaya Amerika menawarkan lebih banyak konsesi sebelum akhir tahun, sebagai syarat dilanjutkannya perundingan nuklir.

Korea utara mengancam akan melanjutkan percobaan misil balistik jarak jauh atau mengadakan percobaan senjata nuklir, kalau tidak ada konsesi itu.

Korea Utara juga mengecam Korea Selatan dan menyebutnya sebagai œpenengah brengsek dan menolak untuk ikut dalam berbagai proyek kerjasama antar-Korea.

Komentar Jeong itu merupakan kecaman langsung atas kebijakan Amerika, yang berbeda dengan pendapat kebanyakan pejabat Korea Selatan.

Pejabat Korea selatan sejak berbulan-bulan mengecam lambannya perundingan nuklir dan mengatakan, penolakan Amerika untuk melunakkan sanksi-sanksi atas Korea Utara telah menghambat usaha Korea Selatan memberlakukan perjanjian antar-Korea yang dicapai tahun 2018.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu. Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan ber...

Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran. Pembicaraan itu dilangsungkan ket...

Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia 51 tahun, tetapi belum mengungkapkan nama pelaku dan korban hingga keluarga mereka diberitahu. Belu...

WHO Desak Semua Negara Bersiap Tanggapi Virus Korona
Wednesday, 26 February 2020 23:13 WIB

Sementara China melaporkan terjadinya perlambatan laju pertambahan kasus baru virus korona, para pejabat kesehatan dunia memuji respon negara itu dan mengingatkan pemerintah-pemerintah lainnya untuk bersiap secara agresif menanggapi kasus-kasus virus itu di negara masing-masing. Sejumlah pejabat ke...

Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah. Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari. Dia ...

ANOTHER NEWS
Emas berjangka sedikit lebih rendah untuk catat penurunan sesi ketiga beruntun
Friday, 28 February 2020 02:00 WIB Emas berjangka menyerah kenaikan sebelumnya pada hari Kamis untuk penyelesaian yang lebih rendah untuk sesi ketiga beruntun. "Harga emas selalu sensitif terhadap prospek suku bunga, tetapi jarang berkorelasi lebih kuat terhadap imbal hasil...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.