Tentara Irak Tembaki Pedemo di Nasiriya, Puluhan Tewas
Friday, 29 November 2019 17:44 WIB | GLOBAL |Global

Pasukan keamanan Irak menggunakan peluru tajam untuk membubarkan para demonstran yang sebagian besar tidak bersenjata pada Kamis (28/11). Insiden itu mengakibakan setidaknya 40 pedemo dari berbagai tempat di negara itu tewas.

Kemarin menjadi salah satu hari paling berdarah sejak dimulainya protes anti-pemerintah bulan lalu.

Petugas keamanan dan pejabat rumah sakit mengatakan sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah demonstran yang memblokir jalan-jalan penting dan jembatan di kota Nasiriya di bagian selatan.

Pemerintah di Baghdad mengirim tentara untuk memulihkan keamanan di Irak selatan, di mana demo-demo menjadi makin rusuh. Demonstran merebut gedung-gedung dan jembatan, dan bentrok dengan pasukan keamanan yang menggunakan tembakan gas air mata dan peluru tajam hampir tiap hari.

Kelompok Amnesty International mengutuk kekerasan di Nasiriya itu dan menyebutnya sebagai œpertumpahan darah.

œApa yang terjadi di Nasiriya pagi ini lebih mirip dengan apa yang terjadi di medan perang. Aksi brutal ini adalah rangkaian paling baru dari peristiwa mematikan di mana pasukan keamanan Irak menggunakan kekerasan yang memuakkan melawan demonstran yang sebagian besar bertindak damai, kata Lynn Maalouf, pejabat riset Amnesty International untuk Timur Tengah.

Kantor berita Al Jazira melaporkan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi telah memecat letnan jenderal Jamil al-Shammari. Shammari dipecat kurang dari satu hari setelah dia ditugaskan untuk memulihkan keamanan di Nasiriya, Ibu Kota Provinsi Dhi Qar.

Media setempat melaporkan pada Kamis (28/11) bahwa Gubernur Dhi Qar juga telah mengundurkan diri.

Di Baghdad, pasukan keamanan menembak mati empat orang dan melukai sedikitnya 22 lainnya, ketika demonstran berusaha melintasi jembatan Ahrar. Jembatan itu menuju ke Kawasan Hijau, yang menjadi lokasi kantor-kantor pemerintah Irak, yang dijaga ketat.

Bentrokan itu terjadi satu hari setelah pengunjuk rasa membakar konsulat Iran di kota suci Najaf. Staf konsulat selamat, karena mereka telah diungsikan sebelum serangan terjadi, kata laporan kantor berita Republik Islam milik pemerintah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak Abbas Mousavi menyerukan diambilnya tindakan yang œkuat, efektif dan bertanggung jawab untuk menanggapi serangan itu.

Ini adalah kedua kalinya pengunjuk rasa menyerang kantor perwakilan diplomatik Iran. Awal bulan ini, para demonstran melempari konsulat Iran di Karbala dengan bom bensin, tapi tidak terjadi kebakaran yang berarti. Para demonstran menuntut diakhirinya korupsi dan apa yang mereka anggap sebagai pengaruh Iran yang semakin kuat dalam masalah dalam negeri Irak.

Lebih dari 350 orang tewas dan ribuan luka-luka dalam kerusuhan yang terjadi sejak Oktober.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Sidang Pemakzulan Trump Bisa Pengaruhi Pemilu 2020
Wednesday, 22 January 2020 13:17 WIB

Presiden Donald Trump telah membuat sejarah sebagai presiden AS ketiga yang dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Trump sekarang berharap untuk membuat sejarah lagi dengan menjadi presiden pertama menghadapi pemakzulan yang memenangkan pemilihan kembali. Sidang pemakzulan Presiden Trump di Sena...

Trump Puji Ekonomi AS di Davos Jelang Sidang Pemakzulan di Senat
Tuesday, 21 January 2020 23:37 WIB

Presiden AS Donald Trump memuji-muji tercapainya dua kesepakatan perdagangan penting dan menyatakan kemenangan Amerika ˜yang tidak pernah terjadi sebelumnya,™ saat ia menyampaikan pidato pembukaan, Selasa (21/1) di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pidato itu disampaikan beberapa jam sebelum...

ILO: Ketidaksetaraan Pekerja Ancam Kohesi Sosial
Tuesday, 21 January 2020 18:06 WIB

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah pengangguran dan kesenjangan kini menghalangi orang keluar dari kemiskinan dan mengancam kohesi sosial. Untuk tahun kesembilan berturut-turut, ILO melaporkan bahwa tingkat pengangguran dunia tetap stabil, yaitu sekitar 18...

Pejabat Kesehatan China: Virus Corona Bisa Menular Antar-Manusia
Tuesday, 21 January 2020 10:42 WIB

Pakar-pakar kesehatan di China hari Senin (20/1) mengukuhkan bahwa sebuah virus corona yang baru, bisa menular, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa virus itu dapat menyebar dengan cepat di antara manusia. Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan virus...

Sidang Ekstradisi Eksekutif Huawei Dimulai di Kanada
Monday, 20 January 2020 23:26 WIB

Tahap pertama sidang ekstradisi eksekutif senior perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei, dimulai Senin (20/1) di sebuah pengadilan di Vancouver, kasus yang memicu kemarahan Beijing dan menimbulkan kekhawatiran mengenai akan terjadinya perang teknologi yang memanas antara China dan AS. Pena...

ANOTHER NEWS
Emas Turun Di Tengah Kekhawatiran Virus; Palladium Reli
Wednesday, 22 January 2020 15:53 WIB Emas turun untuk hari kedua karena pasar menilai dampak yang mungkin terjadi dari penyebaran virus corona China. Palladium naik setelah membukukan kerugian terbesar sejak Agustus. Spot emas turun 0,3% menjadi $ 1.553 per ons pada jam 7:21 pagi di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.