Vietnam Berupaya Keras Hindari Sengketa Dagang dengan AS
Friday, 22 November 2019 23:59 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintah AS pekan ini setuju memberi satu lagi kapal garda pantai untuk Vietnam agar negara itu dapat meningkatkan pertahanannya terhadap China. Tetapi di balik langkah tersebut, Vietnam dan AS sedang berupaya keras mengatasi defisit perdagangan yang kian besar dan membuat khawatir para pejabat AS.

Pemerintah AS mengeluh sejak Juni lalu bahwa warga Amerika membeli lebih banyak barang-barang buatan Vietnam dibandingkan dengan apa yang dibeli konsumen Vietnam dari AS.

Vietnam sangat bergantung pada manufaktur produk ekspor untuk pertumbuhan ekonominya yang mencapai enam persen lebih per tahun. Defisit perdagangan AS dengan Vietnam mencapai sekitar 40 miliar dolar pada tahun 2018, yang menurut Biro Sensus AS adalah defisit terbesar ke-lima antara AS dan negara lainnya.

Pengalihan ekspor dari China, yang kini dibebani tarif AS, ke Vietnam, membuat khawatir Washington, kata para analis.

œKekhawatiran di pihak Vietnam adalah bahwa AS dapat menyatakan, baiklah, kami akan menetapkan tarif terhadap ekspor dari Vietnam.™ Itulah ketakutannya, kata Rajiv Biswas, ekonom kepala bagian Asia-Pasifik di perusahaan riset pasar IHS Markit. Tetapi menurutnya, Vietnam dapat menghindari risiko itu dengan melakukan sejumlah pembelian besar barang-barang modal yang mahal dari AS.

Para pemimpin Vietnam sedang mencari cara untuk memuaskan pemerintah AS dan menghindari sengketa berkepanjangan lainnya seperti yang dilancarkan Trump terhadap China pada awal 2018, kata para analis Vietnam.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat meloloskan Rancangan Undang-U...

Pemerintahan Trump Mengumumkan Rencana Perayaan Besar-Besaran Hari Kemerdekaan di Ibu Kota
Friday, 3 July 2020 13:38 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus melanjutkan rencana untuk mengadakan perayaan hari kemerdekaan tradisional 4 Juli di Washington DC, lengkap dengan pertunjukan kembang api besar-besaran, meskipun pandemi Covid-19 sedang terjadi. Rencana perayaan œSalute to America atau Penghormatan bag...

Pemilih Rusia Muluskan Jalan bagi Putin Berkuasa Hingga 2036
Thursday, 2 July 2020 23:21 WIB

Para pemilih di Rusia telah menyetujui suatu paket reformasi konstitusi yang mencakup pembukaan kemungkinan bagi Presiden Vladimir Putin untuk dapat tetap menjadi presiden hingga 2036. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (2/7) mengatakan hasil tersebut merupakan suatu œkemenangan. Para t...

Perusahan AS dan Jerman Klaim Pengembangan Vaksin Covid-19 Menjanjikan
Thursday, 2 July 2020 17:43 WIB

Sejumlah ilmuwan Amerika dan Jerman mengatakan tes dari kandidat vaksin Covid-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Pfizer dari AS dan BioNTech dari Jerman telah bergabung dalam Proyek Lightspeed dan sasarannya adalah menciptakan vaksin anti-Covid-19. Keduanya mengumumkan Rabu (1/7), œdata positi...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.