Netanyahu Didakwa Suap, Penipuan, dan Pelanggaran Kepercayaan
Friday, 22 November 2019 18:25 WIB | GLOBAL |Global

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah memimpin negara itu selama 13 tahun, didakwa oleh jaksa agung Israel atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, hari Kamis (21/11).

Jaksa Agung Avichai Mandelblit mendakwa Netanyahu atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam 3 kasus, serta penyuapan dalam 1 kasus.

Dakwaan tersebut dipusatkan pada tuduhan bahwa perdana menteri dan istrinya menerima perhiasan, cerutu, dan berbagai hadiah lainnya bernilai lebih dari 260.000 dolar AS sebagai imbalan atas keputusan politis yang menguntungkan pemberinya. Netanyahu juga dituduh ikut campur dalam badan legislatif dan yudikatif Israel untuk mendapatkan pemberitaan bernuansa positif oleh dua perusahaan media.

Dia berulang kali membantah terlibat dalam kasus kasus tersebut dan mengatakan bahwa dia adalah korban dari œusaha mencari-cari kesalahan".

Tuntutan kriminal yang diajukan tidak akan memaksa Netanyahu mengundurkan diri, namun dakwaan itu bisa saja mengurangi elektabilitas perdana menteri berusia 70 tahun itu dalam pemilu mendatang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Diam-diam Usir 2 Diplomat China
Monday, 16 December 2019 17:37 WIB

Amerika diam-diam mengusir dua pejabat kedutaan China September lalu, setelah mereka memasuki pangkalan militer yang sensitif di Virginia. Demikian dilaporkan Harian New York Times, Minggu (15/12). Mengutip orang-orang yang mengetahui insiden itu, harian itu melaporkan pengusiran Amerika terhadap d...

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

ANOTHER NEWS
Indeks Berjangka AS Menujukkan Kenaikan pada Pembukaan, Didukung Kesepakatan Dagang Awal AS-Tiongkok
Monday, 16 December 2019 19:50 WIB Indeks saham berjangka AS menunjukkan lebih tinggi pada hari Senin, dengan nada optimis terkait dengan kesepakatan perdagangan awal antara AS-China, meskipun pertanyaan tetap mengenai rincian perjanjian "fase satu" yang telah lama...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.