Netanyahu Didakwa Suap, Penipuan, dan Pelanggaran Kepercayaan
Friday, 22 November 2019 18:25 WIB | GLOBAL |Global

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah memimpin negara itu selama 13 tahun, didakwa oleh jaksa agung Israel atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, hari Kamis (21/11).

Jaksa Agung Avichai Mandelblit mendakwa Netanyahu atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam 3 kasus, serta penyuapan dalam 1 kasus.

Dakwaan tersebut dipusatkan pada tuduhan bahwa perdana menteri dan istrinya menerima perhiasan, cerutu, dan berbagai hadiah lainnya bernilai lebih dari 260.000 dolar AS sebagai imbalan atas keputusan politis yang menguntungkan pemberinya. Netanyahu juga dituduh ikut campur dalam badan legislatif dan yudikatif Israel untuk mendapatkan pemberitaan bernuansa positif oleh dua perusahaan media.

Dia berulang kali membantah terlibat dalam kasus kasus tersebut dan mengatakan bahwa dia adalah korban dari œusaha mencari-cari kesalahan".

Tuntutan kriminal yang diajukan tidak akan memaksa Netanyahu mengundurkan diri, namun dakwaan itu bisa saja mengurangi elektabilitas perdana menteri berusia 70 tahun itu dalam pemilu mendatang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Nevada Mulai Tentukan Nominasi Kandidat Presiden Demokrat
Monday, 17 February 2020 17:26 WIB

Pemungutan suara awal telah dimulai di Nevada dalam kontes nominasi presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat. Nevada adalah negara bagian ketiga yang memilih seorang kandidat untuk bersaing dengan Presiden Donald Trump dari Partai Republik dalam pilpres November mendatang. Sebagian besar ...

China: Lebih Sedikit Kasus Virus Korona Saat Ini
Monday, 17 February 2020 10:32 WIB

Pejabat-pejabat kesehatan China hari Minggu (16/2) mengatakan jumlah kasus baru virus korona selama tiga hari berturut-turut telah melambat. Komisi Kesehatan China memastikan 1.843 kasus baru, menunjukkan penurunan jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir ini. Selama dua hari sebelumnya, Chin...

Australia Kecam Rasisme Terkait Virus Korona
Friday, 14 February 2020 23:59 WIB

Australia telah memperpanjang larangan wisatawan dari Cina daratan setidaknya selama seminggu karena wabah koronavirus. Kepala petugas medis negara itu juga mengutuk xenophobia terhadap warga Australia Australia karena jumlah kematian akibat COVID-19 terus bertambah. Warga negara asing yang bepergi...

Menkeu Inggris Mundur Secara Tiba-Tiba
Friday, 14 February 2020 17:44 WIB

Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid mengumumkan pengunduran dirinya hari Kamis (13/2), suatu perkembangan yang muncul secara tidak terduga selagi Perdana Menteri Boris Johnson mereorganisasi kabinetnya. Pengunduran diri Javid itu menyusul laporan-laporan tentang ketegangan antara dirinya dan penas...

Trump Akan Gunakan AS$3,8 Miliar Dana Militer Untuk Tembok Perbatasan
Friday, 14 February 2020 11:23 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump mentransfer AS$3,8 miliardana militer yang baru-baru ini disetujui untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan Amerika-Meksiko yang telah lama diupayakannya. Pengiriman dana itu tidak hanya membuat marah tokoh-tokoh partai Demokrat, tetapi juga Republik. Pentag...

ANOTHER NEWS
Emas Turun Dari Tertinggi Didekat 2-Minggu Ditengah Stimulus Bank Sentral China
Monday, 17 February 2020 19:13 WIB Harga emas pada hari Senin turun dari level tertinggi hampir dua minggu, karena intervensi kebijakan moneter oleh bank sentral China untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah coronavirus meyakinkan investor dan mendorong permintaan untuk aset...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.