China Nyatakan Perundingan Perdagangan dengan AS Masih Berlanjut
Thursday, 21 November 2019 23:32 WIB | GLOBAL |Global

China masih berusaha menyelesaikan konflik dengan Washington terkait masalah perdagangan, kata seorang pejabat Kementerian Perdagangan hari Kamis (21/11), menepis spekulasi bahwa perundingan mungkin sedang menghadapi masalah, sebagai œrumor yang tidak akurat.

Juru bicara kementerian Gao Feng mengatakan ia tidak memiliki informasi baru untuk dirilis. Tetapi ia mengatakan China berkomitmen untuk mengupayakan suatu kesepakatan.

œChina bersedia menyelesaikan keprihatinan inti bersama-sama dengan AS dengan basis kesetaraan dan saling menghormati, dan untuk berupaya mengakhiri pembahasan pada tahap pertama mengenai kesepakatan perdagangan, kata Gao kepada wartawan dalam brifing mingguannya.

œIni akan menguntungkan China, AS, dan dunia, lanjutnya.

Pasar keuangan terombang-ambing dalam beberapa hari terakhir karena munculnya laporan-laporan mengenai perundingan yang saling bertentangan. Sebagian mengutip para pejabat yang menyatakan mereka meyakini kesepakatan kemungkinan besar akan dicapai pada akhir tahun, sementara yang lainnya menyatakan keraguan mereka.

Gao menyebut laporan-laporan semacam itu merupakan œrumor luar yang sama sekali tidak dapat diandalkan.

Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif sanksi terhadap ekspor China hampir 18 bulan silam, dengan alasan kebijakan perdagangan dan teknologi yang menurutnya tidak adil dan melanggar komitmen pembukaan pasar Beijing.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat meloloskan Rancangan Undang-U...

Pemerintahan Trump Mengumumkan Rencana Perayaan Besar-Besaran Hari Kemerdekaan di Ibu Kota
Friday, 3 July 2020 13:38 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus melanjutkan rencana untuk mengadakan perayaan hari kemerdekaan tradisional 4 Juli di Washington DC, lengkap dengan pertunjukan kembang api besar-besaran, meskipun pandemi Covid-19 sedang terjadi. Rencana perayaan œSalute to America atau Penghormatan bag...

Pemilih Rusia Muluskan Jalan bagi Putin Berkuasa Hingga 2036
Thursday, 2 July 2020 23:21 WIB

Para pemilih di Rusia telah menyetujui suatu paket reformasi konstitusi yang mencakup pembukaan kemungkinan bagi Presiden Vladimir Putin untuk dapat tetap menjadi presiden hingga 2036. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (2/7) mengatakan hasil tersebut merupakan suatu œkemenangan. Para t...

Perusahan AS dan Jerman Klaim Pengembangan Vaksin Covid-19 Menjanjikan
Thursday, 2 July 2020 17:43 WIB

Sejumlah ilmuwan Amerika dan Jerman mengatakan tes dari kandidat vaksin Covid-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Pfizer dari AS dan BioNTech dari Jerman telah bergabung dalam Proyek Lightspeed dan sasarannya adalah menciptakan vaksin anti-Covid-19. Keduanya mengumumkan Rabu (1/7), œdata positi...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.