Swedia Batalkan Penyelidikan Perkosaan Terhadap Assange Pendiri WikiLeaks
Wednesday, 20 November 2019 18:57 WIB | GLOBAL |Global

Jaksa Swedia telah membatalkan penyelidikan pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

Penyelidikan dimulai pada tahun 2010 ketika seorang wanita Swedia menuduhnya melakukan hubungan seks yang tidak aman dengannya saat ia tidur, setelah ia berulang kali menolak untuk melakukannya.

Wakil Kepala Jaksa Penuntut Eva-Marie Persson mengatakan kepada para wartawan kasus itu dibatalkan meskipun jaksa mendapati bahwa klaim wanita itu œkredibel.

œPenilaian saya adalah bahwa semua tindakan investigasi yang dapat dilakukan telah dilakukan, kata Persson. œTetapi, buktinya tidak cukup kuat untuk pengajuan dakwaan.

Assange, warga negara Australia, telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Keputusan hari Selasa (19/11) oleh jaksa penuntut Swedia itu mengikuti putusan pengadilan Juni lalu bahwa Assange tidak boleh ditahan.

Assange diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London dua bulan sebelum keputusan pada bulan Juni itu setelah mendapat perlindungan di sana selama tujuh tahun.

Pihak berwenang Inggris segera menangkapnya dan dia kini menjalani hukuman 50 minggu di penjara London karena gagal mangkir dari sidang setelah diberi pembebasan dengan jaminan pada 2012.

Assange, warga negara Australia, telah berulang kali membantah tuduhan pada tahun 2010 itu terhadapnya.

Assange juga berjuang melawan ekstradisi ke Amerika, di mana dia menghadapi dakwaan telah menerbitkan dokumen rahasia.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.