Sejumlah Pejabat Keamanan Nasional Siap Bersaksi dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump
Tuesday, 19 November 2019 23:50 WIB | GLOBAL |Global

Komite Intelijen DPR AS, Selasa (19/11) dijadwalkan mendengarkan kesaksian dalam penyelidikan pemakzulan dari beberapa pejabat senior keamanan nasional yang mendengarkan percakapan telepon Juli lalu antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Jennifer Williams, staf Wakil Presiden Mike Pence, dan Letkol Alexander Vindman, pakar senior mengenai Ukraina di Dewan Keamanan Nasional, dijadwalkan berbicara di hadapan para legislator pada sidang pagi hari. Keduanya menyatakan prihatin atas percakapan telepon yang menjadi pusat investigasi terkait dugaan upaya-upaya Trump menekan para pejabat Ukraina untuk menyelidiki lawan-lawan politiknya.

Pada siang hari, komite dijadwalkan mendengar kesaksian dari Kurt Volker, mantan utusan khusus AS untuk Ukraina, dan Tim Morrison, yang menjadi direktur senior untuk urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional sebelum ia mengundurkan diri bulan lalu.

Sidang-sidang tersebut merupakan bagian dari pekan yang sibuk di Capitol Hill. Seluruhnya ada sembilan saksi yang dijadwalkan tampil dalam lima sidang dengar keterangan antara hari Selasa dan Kamis ini.

Trump hari Senin mengatakan ia akan œmempertimbangkan dengan kuat memberi kesaksian tertulis kepada Komite Intelijen DPR.

Presiden menanggapi pernyataan ketua DPR Nancy Pelosi yang mengemukakan dalam acara televisi CBS Face the Nation, œPresiden dapat datang langsung di hadapan komite dan berbicara, mengemukakan semua kebenaran yang ia inginkan, atau ia dapat melakukannya secara tertulis. Ia memiliki semua kesempatan itu untuk mengemukakan alasannya.

Hampir dua tahun silam, Trump mengatakan ia siap dan bersedia memberi kesaksian langsung sewaktu jaksa khusus Robert Mueller menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016, dan apakah sebagai presiden, Trump telah berusaha untuk menghalangi penyelidikan itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.