AS "Sangat Prihatin" Terhadap Kerusuhan di Hong Kong
Tuesday, 19 November 2019 19:58 WIB | GLOBAL |Global

Amerika menyatakan keprihatinan "serius" terhadap "kerusuhan politik yang semakin dalam dan kekerasan di Hong Kong" sementara konfrontasi antara polisi dan pedemo meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Kami telah berulang kali mengimbau semua pihak di Hong Kong agar menahan diri. Kekerasan oleh pihak manapun tidak dapat diterima. Pemerintah Hong Kong memikul tanggung jawab utama untuk menghadirkan ketenangan di Hong Kong," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Senin (18/11) dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri.

Pernyataan Pompeo datang sementara kerusuhan di Hong Kong meningkat. Polisi mengancam akan menembakkan peluru tajam jika demonstran tidak berhenti menggunakan senjata dalam protes anti-pemerintah.

Senin (18/11), ketua fraksi Republik yang mayoritas di Senat, Mitch McConnell, menyerang China. McConnell merujuk pada dokumen yang bocor yang "menggambarkan perlakuan pemerintah yang mengerikan dan sistematis terhadap etnis minoritas di kawasan lain yang seharusnya otonomi, Xinjiang."

Terkait China, McConnell meminta pemerintah Trump agar tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga "membuat otonomi Hong Kong menjadi topik utama dalam diplomasi bilateral kita."

Sebelumnya, Senin (18/11), polisi memperketat barikade di sekitar Polytechnic University dan melarang puluhan mahasiswa menerobos garis polisi.

Rektor Polytechnic University mengatakan, ia menjadi perantara gencatan senjata dengan polisi yang akan memungkinkan ratusan pemrotes yang terjebak di kampus pergi dengan damai.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Rusia Dilarang Ikut Olimpiade Selama 4 Tahun Karena Doping
Monday, 9 December 2019 23:50 WIB

Komite eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) atau œBadan Anti-Doping Dunia telah mengirim teguran œkeras kepada otoritas olahraga Rusia, dan melarang atlet dan pejabat dari negara itu ikut Olimpiade dan kejuaraan dunia dalam berbagai jenis olahraga selama empat tahun. Komite itu membu...

AS Mulai Lagi Perundingan Perdamaian dengan Taliban
Monday, 9 December 2019 17:49 WIB

AS dan Taliban memulai kembali perundingan perdamaian Sabtu (7/12), tiga bulan setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menyetop proses yang telah berjalan setahun. Perundingan tersebut bertujuan untuk mencari kesepakatan politik dengan kelompok pemberontak itu dan mengakhiri perang di Afgh...

FBI Selidiki Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Amerika Sebagai Aksi Terorisme
Monday, 9 December 2019 11:07 WIB

FBI sedang menyelidiki penembakan fatal di sebuah pangkalan Angkatan Laut di Florida sebagai aksi terorisme, demikian pernyataan seorang agen khusus, Minggu (8/12). Dalam konferensi pers hari Minggu, Rachel Rojas, agen khusus yang bertanggungjawab atas kantor FBI di Jacksonville, mengatakan penyeli...

Kaum Minoritas di Pakistan Menunggu Vonis Ulama Radikal
Friday, 6 December 2019 17:05 WIB

Kaum minoritas di Pakistan dengan cemas menunggu putusan pengadilan terakhir terhadap ulama garis keras yang didakwa bulan lalu atas tuduhan penghasutan dan terorisme. Ulama itu dituduh mendorong unjuk rasa nasional di Pakistan. Pengadilan Antiterorisme (ATC) di Provinsi Punjab, Pakistan, secara re...

AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran. Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan ya...

ANOTHER NEWS
Minyak tergelincir terbebani data ekspor China yang lemah
Tuesday, 10 December 2019 03:21 WIB Harga minyak turun pada Senin ini setelah data menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, sehingga mengirim kegelisahan pasar yang sudah khawatir akan kerusakan permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.