Korea Utara Katakan Tidak Ingin Bicara dengan AS
Tuesday, 19 November 2019 11:04 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara pada Senin (18/11) mengatakan meskipun memandang "positif," keputusan AS menunda latihan militer bersama dengan Korea Selatan pemberlakuan resolusi PBB yang mengecam catatan HAM Korea Utara telah mengikis keinginan negara itu untuk melakukan pembicaraan denuklirisasi dengan Washington.

"AS bermimpi untuk menghancurkan sistem kita ketika dialog DPRK-AS menjadi agenda penting, yang menunjukkan AS tidak berniat untuk bekerja sama secara tulus dengan kita dalam menyelesaikan masalah," demikian kata pernyataan juru bicara Kementrian Luar Negeri Korea Utara. "Karena itu, kita tidak berkeinginan bertemu dengan mitra dialog semacam itu," tambah pernyataan itu.

DPRK adalah singkatan nama resmi Korea Utara dalam bahasa Inggris. Amerika adalah salah satu dari belasan negara yang ikut mensponsori resolusi terkait HAM Korea Utara di komisi PBB yang menangani HAM. Resolusi itu diadopsi melalui konsensus Kamis lalu dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan sanksi lebih jauh untuk menargetkan mereka yang berada di Korea Utara yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM dan mendesak dewan untuk merujuk Korea Utara kepada Pengadilan Kejahatan Internasional.

Korea Utara hari Senin mengatakan AS telah melakukan "provokasi politik lainnya" dengan mendukung resolusi tersebut.

Resolusi ini telah menjadi upaya tahunan namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Korea Selatan tidak ikut mensponsori resolusi itu. Dalam pernyataan, Kementrian Luar Negeri mengatakan telah mempertimbangkan "keadaan keseluruhan, seperti situasi saat ini di Semenanjung Korea," dalam membuat keputusan, tetapi upayanya untuk meningkatkan kondisi hak asasi manusia di sana tetap tidak berubah. Resolusi komite diperkirakan akan disahkan dalam Sidang Umum bulan depan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat meloloskan Rancangan Undang-U...

Pemerintahan Trump Mengumumkan Rencana Perayaan Besar-Besaran Hari Kemerdekaan di Ibu Kota
Friday, 3 July 2020 13:38 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus melanjutkan rencana untuk mengadakan perayaan hari kemerdekaan tradisional 4 Juli di Washington DC, lengkap dengan pertunjukan kembang api besar-besaran, meskipun pandemi Covid-19 sedang terjadi. Rencana perayaan œSalute to America atau Penghormatan bag...

Pemilih Rusia Muluskan Jalan bagi Putin Berkuasa Hingga 2036
Thursday, 2 July 2020 23:21 WIB

Para pemilih di Rusia telah menyetujui suatu paket reformasi konstitusi yang mencakup pembukaan kemungkinan bagi Presiden Vladimir Putin untuk dapat tetap menjadi presiden hingga 2036. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (2/7) mengatakan hasil tersebut merupakan suatu œkemenangan. Para t...

Perusahan AS dan Jerman Klaim Pengembangan Vaksin Covid-19 Menjanjikan
Thursday, 2 July 2020 17:43 WIB

Sejumlah ilmuwan Amerika dan Jerman mengatakan tes dari kandidat vaksin Covid-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Pfizer dari AS dan BioNTech dari Jerman telah bergabung dalam Proyek Lightspeed dan sasarannya adalah menciptakan vaksin anti-Covid-19. Keduanya mengumumkan Rabu (1/7), œdata positi...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.