Kepolisian Menyerbu Universitas yang Dibarikade oleh Pengunjuk rasa
Monday, 18 November 2019 10:52 WIB | GLOBAL |Global

Ratusan mahasiswa pengunjuk rasa di Hong Kong yang telah membarikade diri mereka di sebuah universitas berusaha untuk melarikan diri dari kampus yang dikepung pada Senin pagi, setelah kebuntuan semalam.

Ketika para siswa berupaya untuk meninggalkan kampus Universitas Politeknik Hong Kong, mereka dikejar oleh polisi yang menembakkan gas air mata. VOA melihat polisi menangkap puluhan mahasiswa, yang ditahan dengan ikatan kawat plastik di pergelangan tangan mereka. Beberapa orang berbaris di depan wartawan ketika mereka dibawa pergi.

Polisi sebelumnya mengatakan mereka menangkap mahasiswa dengan tuduhan terkait kerusuhan.

Tidak jelas berapa banyak mahasiswa yang tetap di kampus atau berapa yang telah ditangkap. Jumlah korban juga tidak jelas. Polisi semalam telah memperingatkan bahwa mereka akan menggunakan kekuatan mematikan jika mereka terus diserang.

Para pengunjuk rasa mahasiswa di Hong Kong terlibat dalam bentrokan sengit dengan polisi di kampus universitas pada Senin pagi dalam apa yang tampaknya merupakan kekerasan terburuk sejak protes anti-pemerintah dimulai lima bulan lalu.

Polisi maju dalam gelombang sepanjang malam, menembakkan gas air mata dan meriam air, ketika pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan senjata lainnya. Pada satu titik, kendaraan polisi lapis baja tampaknya benar-benar terbakar.

Polisi akhirnya mengepung kampus dan memberikan beberapa tenggat waktu bagi pengunjuk rasa untuk keluar dari kampus. Tepat setelah tengah malam waktu setempat, polisi memperingatkan mereka dapat menggunakan tembakan langsung pada pengunjuk rasa jika mereka terus menyerang polisi.

Tidak ada laporan kematian. Sekelompok jurnalis internasional, termasuk beberapa dari VOA, tetap tinggal di kampus, dan banyak yang bersumpah untuk tetap tinggal sampai situasinya terselesaikan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

AS Diam-diam Usir 2 Diplomat China
Monday, 16 December 2019 17:37 WIB

Amerika diam-diam mengusir dua pejabat kedutaan China September lalu, setelah mereka memasuki pangkalan militer yang sensitif di Virginia. Demikian dilaporkan Harian New York Times, Minggu (15/12). Mengutip orang-orang yang mengetahui insiden itu, harian itu melaporkan pengusiran Amerika terhadap d...

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

ANOTHER NEWS
Indeks Berjangka AS Menujukkan Kenaikan pada Pembukaan, Didukung Kesepakatan Dagang Awal AS-Tiongkok
Monday, 16 December 2019 19:50 WIB Indeks saham berjangka AS menunjukkan lebih tinggi pada hari Senin, dengan nada optimis terkait dengan kesepakatan perdagangan awal antara AS-China, meskipun pertanyaan tetap mengenai rincian perjanjian "fase satu" yang telah lama...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.