Komite Hak Asasi PBB Kutuk Pelanggaran HAM di Korea Utara
Friday, 15 November 2019 18:00 WIB | GLOBAL |Korea UtaraGlobal

Komite Hak Asasi PBB, Kamis (14/11), menyetujui satu resolusi yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia HAM di Korea Utara yang mungkin dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Keputusan ini dikecam oleh Misi Korea Utara Untuk PBB sebagai keputusan yang œbermotif politik dan didasarkan pada œrekayasa.

Resolusi yang disponsori oleh Uni Eropa dan diikuti oleh Amerika serta sejumlah negara lain itu disetujui dengan konsensus oleh Komite Hak Asasi Manusia PBB. Resolusi ini jelas akan diadopsi ketika 193 anggota majelis itu bertemu Desember mendatang.

Resolusi itu mengutuk ˜™pelanggaran hak asasi secara terus menerus yang sistematis, meluas dan nyata,™™ termasuk pelanggaran yang menurut sebuah komisi penyelidik PBB dapat dinilai sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Resolusi itu merujuk pada sejumlah pelanggaran, termasuk penyiksaan, pemerkosaan, eksekusi di depan publik, perluasan sistem kamp penjara politik, dan ˜™pembatasan menyeluruh dan sangat ketat terhadap kebebasan berpikir, beragama, berekspresi dan berkumpul secara damai.™™

Misi Korea Utara Untuk PBB dalam sebuah pernyataan mengatakan resolusi itu tidak berisi apa-apa selain kesaksian palsu yang paling hina, yang dibuat oleh segelintir pembelot yang melarikan diri setelah melakukan kejahatan untuk mempertahankan kehidupan kotor mereka.

"Isu-isu hak asasi manusia yang disebutkan dalam resolusi itu tidak pernah ada dan tidak dapat dibiarkan ada di negara kami, di mana martabat dan hak-hak independen manusia sangat dihargai, demikian petikan pernyataan Korea Utara.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Fase Pertama Kesepakatan Perdagangan AS-China Diumumkan
Monday, 16 December 2019 09:09 WIB Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan memberi keuntungan para petani Amerika sehingga mereka "harus membeli traktor yang jauh lebih besar," kata Presiden Donald Trump. Kedua negara itu mengumumkan kesepakatan dagang baru itu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.