Korut Katakan AS Tawarkan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir Desember
Friday, 15 November 2019 13:42 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara, Kamis (14/11), mengatakan, AS telah mengusulkan dilanjutkannya kembali pembicaraan nuklir yang mengalami kebuntuan pada bulan Desember, sementara kedua negara semakin mendekati tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bagi pemerintahan Trump untuk menawarkan kesepakatan yang dapat diterima untuk menyelamatkan pembicaraan itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis media pemerintah, perunding Korea Utara Kim Myong Gil tidak secara jelas mengatakan apakah Korea Utara akan menerima ajakan AS itu.

Ia mengatakan, Korea Utara tidak tertarik pada pembicaraan yang ditujukan untuk mengulur waktu tanpa membahas solusi. Ia mengatakan, Korea Utara tidak bersedia membuat kesepakatan untuk isu-isu yang tidak terlalu penting, seperti tawaran AS uintuk secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953, yang terhenti karena gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian, atau membangun kantor perwakilan antara kedua negara.

Pembicaraan nuklir antara Korea Utara dan AS mengalami kebuntuan sejak gagalnya KTT Februari lalu antara Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump di Vietnam. AS ketika itu menolak tuntutan Korea Utara untuk melonggarkan banyak sanksi sebagai imbalan Korea Utara melucuti sebagian fasilitas nuklirnya.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Karyawan Perusahaan Teknologi China
Thursday, 16 July 2020 23:31 WIB

Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada karyawan tertentu dari perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, karena memberikan "dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran di seluruh dunia." Pada hari Rabu, Sekretaris Negara AS Mike Pom...

AS Pecahkan Lagi Rekor Dunia Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari
Thursday, 16 July 2020 17:34 WIB

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat menumbangkan rekornya sendiri dalam hal lonjakan kasus Covid-19 terbanyak dalam 24 jam, yaitu 67.600 kasus pada Rabu (15/7). Dengan hampir 3,5 juta kasus terkonfirmasi dan hampir 137.358 kematian, Amerika Serikat memimpin dunia dalam kedu...

Pemerintahan Trump Umumkan Penggerebekan Gang MS-13
Thursday, 16 July 2020 11:36 WIB

Hampir dua lusin pemimpin dan anggota geng kekerasan MS-13 telah ditangkap dan didakwa sebagai bagian dari operasi penegakan hukum federal. Operasi tersebut sekaligus bertujuan untuk mengganggu kepemimpinan kelompok itu. Presiden Donald Trump, yang telah bertekad untuk membongkar kelompok itu, meng...

Tokyo Keluarkan Peringatan Tertinggi Eskalasi Covid-19
Wednesday, 15 July 2020 23:23 WIB

Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Rabu (15/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mengenai eskalasi penyebaran infeksi Covid-19 di ibu kota Jepang itu, dengan meminta warga dan pemilik usaha untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan, tetapi tidak menyerukan penutupan bisnis. Badan penyiaran publik Jep...

Saham Moderna Melonjak 17% Terkait Berita Uji Coba Vaksin Virus Corona
Wednesday, 15 July 2020 16:05 WIB

Saham Moderna Inc. melejit dalam sesi lanjutan Selasa kemarin setelah perusahaan bioteknologi tersebut mengatakan bahwa bakal vaksin virus corona-nya menghasilkan respons sistem kekebalan yang "kuat" pada sekelompok besar orang dan studi ini akan beralih ke uji klinis yang menentukan pada Juli ini. ...

ANOTHER NEWS
AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Karyawan Perusahaan Teknologi China
Thursday, 16 July 2020 23:31 WIB Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada karyawan tertentu dari perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, karena memberikan "dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran di seluruh...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.