Korut Keluarkan Peringatan Terkait Latihan Militer AS-Korsel
Thursday, 14 November 2019 23:30 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara memperkuat tuntutannya hari Rabu (13/11) supaya Amerika membuka hubungan normal dengan negara itu menjelang akhir tahun ini, karena Korea Utara sudah œkehilangan kesabaran.

Badan pembuat keputusan tertinggi Korea Utara menyatakan marah atas rencana latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, dan memperingatkan bahwa AS akan menghadapi ancaman yang lebih besar dan penderitaan berat jika mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk menyelamatkan pembicaraan nuklir.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan media pemerintah, juru bicara Komisi Urusan Negara, Korea Utara mengatakan, latihan itu melanggar kesepakatan antara Kim dan Presiden Donald Trump terkait usaha memperbaiki hubungan bilateral, dan mendorong Korea Utara untuk meningkatkan kesiagaan perangnya.

Kim adalah ketua komisi tersebut, yang didirikan pada 2016 menyusul usaha bertahun-tahun untuk mengkonsolidasi kekuatan dan memusatkan pemerintahan.

Pernyataan tersebut merupakan ungkapan ketidaksenangan Korea Utara terbaru mengenai latihan militer tersebut dan lambatnya perundingan nuklir dengan Washington. Pembicaraan itu terhambat karena adanya ketidaksepakatan terkait langkah-langkah perlucutan nuklir dan pelonggaran sanksi-sanksi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Karyawan Perusahaan Teknologi China
Thursday, 16 July 2020 23:31 WIB

Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada karyawan tertentu dari perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, karena memberikan "dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran di seluruh dunia." Pada hari Rabu, Sekretaris Negara AS Mike Pom...

AS Pecahkan Lagi Rekor Dunia Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari
Thursday, 16 July 2020 17:34 WIB

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat menumbangkan rekornya sendiri dalam hal lonjakan kasus Covid-19 terbanyak dalam 24 jam, yaitu 67.600 kasus pada Rabu (15/7). Dengan hampir 3,5 juta kasus terkonfirmasi dan hampir 137.358 kematian, Amerika Serikat memimpin dunia dalam kedu...

Pemerintahan Trump Umumkan Penggerebekan Gang MS-13
Thursday, 16 July 2020 11:36 WIB

Hampir dua lusin pemimpin dan anggota geng kekerasan MS-13 telah ditangkap dan didakwa sebagai bagian dari operasi penegakan hukum federal. Operasi tersebut sekaligus bertujuan untuk mengganggu kepemimpinan kelompok itu. Presiden Donald Trump, yang telah bertekad untuk membongkar kelompok itu, meng...

Tokyo Keluarkan Peringatan Tertinggi Eskalasi Covid-19
Wednesday, 15 July 2020 23:23 WIB

Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Rabu (15/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mengenai eskalasi penyebaran infeksi Covid-19 di ibu kota Jepang itu, dengan meminta warga dan pemilik usaha untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan, tetapi tidak menyerukan penutupan bisnis. Badan penyiaran publik Jep...

Saham Moderna Melonjak 17% Terkait Berita Uji Coba Vaksin Virus Corona
Wednesday, 15 July 2020 16:05 WIB

Saham Moderna Inc. melejit dalam sesi lanjutan Selasa kemarin setelah perusahaan bioteknologi tersebut mengatakan bahwa bakal vaksin virus corona-nya menghasilkan respons sistem kekebalan yang "kuat" pada sekelompok besar orang dan studi ini akan beralih ke uji klinis yang menentukan pada Juli ini. ...

POPULAR NEWS
Wednesday, 15 July 2020 01:01
Emas Berjangka Berakhir dengan Kerugian
ANOTHER NEWS
Emas Berjangka Berakhir Turun, tapi Bertahan Di Atas Level $ 1.800
Friday, 17 July 2020 00:57 WIB Emas berjangka turun pada hari Kamis untuk menandai penutupan terendah dalam lebih dari seminggu, dengan harga dalam mata uang dolar untuk logam turun kembali karena dolar AS terlihat memulihkan kerugian dari sehari sebelumnya, dengan Indeks Dolar...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.