Jepang-AS: Hubungan 3 Arah dengan Korea Selatan, Kunci Keamanan
Wednesday, 13 November 2019 17:48 WIB | GLOBAL |Global

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Mark Milley setuju dengan para pejabat Jepang hari Selasa (12/11) bahwa kerja sama tiga pihak dengan Korea Selatan adalah kunci keamanan regional dan bahwa pakta tentang berbagi intelijen antara Tokyo dan Seoul tidak boleh dibatalkan

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan ia memberi tahu Milley bahwa perselisihan di antara ketiga negara hanya akan mengganggu kestabilan kawasan dan menguntungkan Korea Utara, Tiongkok dan Rusia.

"Kami sama-sama berpendapat bahwa kerja sama Jepang-Amerika-Korea Selatan kini lebih penting daripada sebelumnya, sementara kami membahas situasi terkini terkait Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistik terbaru oleh Korea Utara," kata Motegi.

Ia dan Milley juga sepakat tentang pentingnya Jepang dan Korea Selatan berbagi intelijen. Motegi menambahkan, Milley berjanji menyampaikan pesan itu kepada Korea Selatan dalam kunjungannya ke negara itu.

Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk membatalkan General Security of Military Information Agreement, atau Kesepakatan Keamanan Umum Informasi Militer, disingkat GSOMIA, di tengah perselisihan dengan Jepang mengenai perdagangan dan sejarah perang.

Kesepakatan itu, yang berakhir akhir bulan ini, melambangkan kerja sama keamanan negara-negara tetangga di Asia dengan Amerika dalam menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara dan pengaruh China yang terus meningkat.

Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump mendesak Jepang dan Korea Selatan agar mempertahankan kesepakatan itu.

Milley juga bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe dan Menteri Pertahanan Taro Kono, menurut Kementerian Luar Negeri dan laporan berita.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.