Eropa Minta Iran Batalkan Tindakan yang Langgar Kesepakatan Nuklir
Tuesday, 12 November 2019 23:20 WIB | GLOBAL |Global

Perancis, Jerman, Inggris dan Uni Eropa mengatakan, mereka sangat prihatin dengan langkah Iran yang kembali melakukan aktivitas pengayaan uranium, dan usaha negara itu untuk tidak memenuhi komitmen yang dibuatnya berdasarkan kesepakatan tahun 2015 terkait program nuklir negara itu.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Senin (12/11), para menteri luar negeri negara-negara Eropa mendesak Iran untuk membatalkan langkah-langkah yang diambilnya yang bertentangan dengan apa yang digariskan dalam kesepakatan yang disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) “ kesepakatan yang membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi.

Iran telah memulai kembali pengayaan uranium di fasilitas nuklir Fordow, melampaui batas tingkat pengayaan dan jumlah cadangan uranium yang diperkaya, sementara juga mengumumkan pengembangan sentrifugal yang lebih canggih. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, langkah-langkah itu dapat dibatalkan jika negara-negara lain penandatangan kesepakatan itu membantu Iran mengatasi sanksi-sanksi AS.

Dalam pernyataan itu, Perancis, Jerman, Inggris dan Uni Eropa mengatakan, mereka telah sepenuhnya memenuhi komitmen mereka dalam kesepakatan itu, termasuk mencabut sanksi-sanksi yang dijatuhkan karena khawatir Iran mengembangkan senjata nuklir. Iran mengatakan program nuklirnya semata untuk tujuan damai.

Kesepakatan itu pada awalanya juga melibatkan China, Rusia dan AS. Presiden AS Donald Trump mundur dari kesepakatan itu tahun lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Rusia Dilarang Ikut Olimpiade Selama 4 Tahun Karena Doping
Monday, 9 December 2019 23:50 WIB

Komite eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) atau œBadan Anti-Doping Dunia telah mengirim teguran œkeras kepada otoritas olahraga Rusia, dan melarang atlet dan pejabat dari negara itu ikut Olimpiade dan kejuaraan dunia dalam berbagai jenis olahraga selama empat tahun. Komite itu membu...

AS Mulai Lagi Perundingan Perdamaian dengan Taliban
Monday, 9 December 2019 17:49 WIB

AS dan Taliban memulai kembali perundingan perdamaian Sabtu (7/12), tiga bulan setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menyetop proses yang telah berjalan setahun. Perundingan tersebut bertujuan untuk mencari kesepakatan politik dengan kelompok pemberontak itu dan mengakhiri perang di Afgh...

FBI Selidiki Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Amerika Sebagai Aksi Terorisme
Monday, 9 December 2019 11:07 WIB

FBI sedang menyelidiki penembakan fatal di sebuah pangkalan Angkatan Laut di Florida sebagai aksi terorisme, demikian pernyataan seorang agen khusus, Minggu (8/12). Dalam konferensi pers hari Minggu, Rachel Rojas, agen khusus yang bertanggungjawab atas kantor FBI di Jacksonville, mengatakan penyeli...

Kaum Minoritas di Pakistan Menunggu Vonis Ulama Radikal
Friday, 6 December 2019 17:05 WIB

Kaum minoritas di Pakistan dengan cemas menunggu putusan pengadilan terakhir terhadap ulama garis keras yang didakwa bulan lalu atas tuduhan penghasutan dan terorisme. Ulama itu dituduh mendorong unjuk rasa nasional di Pakistan. Pengadilan Antiterorisme (ATC) di Provinsi Punjab, Pakistan, secara re...

AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran. Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan ya...

ANOTHER NEWS
Minyak tergelincir terbebani data ekspor China yang lemah
Tuesday, 10 December 2019 03:21 WIB Harga minyak turun pada Senin ini setelah data menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, sehingga mengirim kegelisahan pasar yang sudah khawatir akan kerusakan permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.