Ketegangan Menjelang Pertemuan Erdogan-Trump
Tuesday, 12 November 2019 17:59 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ini karena berbagai perbedaan kebijakan politik.

Topik pembicaraan antara pemimpin Turki dan Amerika itu adalah operasi militer Turki untuk menumpas milisi Kurdi Suriah, yang dikenal dengan singkatan YPG. Turki menyebut YPG sebagai teroris, tapi kelompok milisi itu adalah sekutu penting Amerika dalam melawan ISIS.

Kongres Amerika mengancam akan melancarkan sanksi luas atas Turki karena melancarkan operasi menumpas kelompok Kurdi itu. Sebagian sanksi yang diancamkan itu akan ditujukan kepada pribadi Erdogan.

Tapi Erdogan memperingatkan bahwa perjanjian yang dirundingkan antara Amerika dan Rusia untuk menghentikan operasi militer itu adalah taruhannya. Erdogan menuduh kelompok milisi Kurdi itu tidak mau mundur dari perbatasan dengan Turki.

Para analis mengatakan, Erdogan mungkin akan minta persetujuan tidak tertulis dari Presiden Trump untuk melanjutkan operasi militernya.

œIni pertemuan yang sangat penting, kata Asli Aydin-tasbas, fellow senior pada European Council on Foreign Relations.

œAda daftar panjang masalah yang dihadapi kedua negara. Hubungan itu belum pernah seburuk yang sekarang. Juga ada masalah tentang serbuan Turki ke Suriah dan keberatan yang diajukan Amerika, karena apa yang terjadi di lapangan sangat tidak menentu, tambahnya.

Meskipun terjadi peningkatan ketegangan bilateral, kedua presiden itu agaknya masih punya hubungan kerjasama yang baik, yang diharapkan Turki akan bisa memulihkan hubungan antara kedua negara.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat meloloskan Rancangan Undang-U...

Pemerintahan Trump Mengumumkan Rencana Perayaan Besar-Besaran Hari Kemerdekaan di Ibu Kota
Friday, 3 July 2020 13:38 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus melanjutkan rencana untuk mengadakan perayaan hari kemerdekaan tradisional 4 Juli di Washington DC, lengkap dengan pertunjukan kembang api besar-besaran, meskipun pandemi Covid-19 sedang terjadi. Rencana perayaan œSalute to America atau Penghormatan bag...

Pemilih Rusia Muluskan Jalan bagi Putin Berkuasa Hingga 2036
Thursday, 2 July 2020 23:21 WIB

Para pemilih di Rusia telah menyetujui suatu paket reformasi konstitusi yang mencakup pembukaan kemungkinan bagi Presiden Vladimir Putin untuk dapat tetap menjadi presiden hingga 2036. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (2/7) mengatakan hasil tersebut merupakan suatu œkemenangan. Para t...

Perusahan AS dan Jerman Klaim Pengembangan Vaksin Covid-19 Menjanjikan
Thursday, 2 July 2020 17:43 WIB

Sejumlah ilmuwan Amerika dan Jerman mengatakan tes dari kandidat vaksin Covid-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Pfizer dari AS dan BioNTech dari Jerman telah bergabung dalam Proyek Lightspeed dan sasarannya adalah menciptakan vaksin anti-Covid-19. Keduanya mengumumkan Rabu (1/7), œdata positi...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.