Iran: Agen FBI yang Hilang Tak Berarti sedang Diusut
Monday, 11 November 2019 19:26 WIB | GLOBAL |Global

Iran mengatakan hari Minggu (10/11), seorang mantan agen FBI Amerika yang hilang di Iran tahun 2017 dikategorikan sebagai œorang hilang, tapi tidak berarti ia sedang diselidiki karena melakukan suatu kejahatan.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian luar Negeri Iran Abbas Mousavi, tentang warga Amerika yang hilang itu. Pemerintah Amerika menawarkan hadiah 25 juta dolar bagi informasi tentang apa yang terjadi atas Robert Levinson yang hilang di Pulau Kish di Iran tanggal 9 Maret tahun 2007.

Ketika berbicara pada wartawan, Abbas Mousavi mengatakan, tidak ada tuduhan hukum, ataupun tuduhan kriminal atas Levinson di Iran.

Kata Mousavi lagi, adalah hal yang biasa kalau ada laporan tentang orang yang hilang di Iran. Pemerintah Iran mengatakan telah melaporkan kasus hilangnya mantan agen FBI itu kepada PBB.

Pengadilan Revolusi Iran biasanya mengurus kasus-kasus tuduhan kegiatan mata-mata, penyelundupan, penghujatan atas agama dan usaha penggulingan pemerintahan Islam di negara itu.

Warga barat dan orang-orang Iran yang punya kewarganegaraan ganda dan punya hubungan dengan dunia barat seringkali diadili dan dijatuhi hukuman dalam sidang-sidang tertutup dan kemudian dijadikan sebagai bahan tawar-menawar dalam perundingan.

Pejabat Amerika sejak bertahun-tahun hanya mengatakan bahwa Levinson sedang bekerja untuk sebuah perusahaan swasta Amerika ketika ia hilang di Iran.

Tapi tahun 2013, Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa Levinson sebetulnya bekerja untuk Dinas intelijen Amerika atau CIA. Keluarga Levinson mendapat bayaran sebesar 2,5 juta dolar tiap tahun dari CIA dengan imbalan tidak akan mengungkapkan rincian pekerjaannya untuk CIA. Tiga orang analis senior CIA telah dipecat dan tujuh lainnya dikenai tindakan disipliner sehubungan kasus Levinson itu.

Sejak tahun 2007, hanya ada dua kali muncul foto dan video yang menunjukkan Levinson dengan janggut dan rambut panjang dan mengenakan seragam jingga seperti yang dipakai tahanan-tahanan Amerika di Guantanamo.

Pemerintah Iran sejak bertahun-tahun memberikan pernyataan yang saling bertentangan tentang Levinson. Keluarganya kini menuduh pemerintah Iran telah menculiknya dan mengajukan tuntutan hukum atas Iran.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.