Partai Demokrat Optimis untuk Pemilu 2020
Friday, 8 November 2019 18:24 WIB | GLOBAL |Global

Partai Demokrat di Amerika merayakan kemenangan dalam pemilihan di negara bagian Virginia dan Kentucky yang mungkin dapat menunjukkan masalah bagi Presiden Donald Trump dan upayanya untuk pemilihan ulang tahun depan. Koresponden VOA Jim Malone melaporkan bahwa pemilih Demokrat di pinggiran kota-kota besar berbondong-bondong menuju ke TPS-TPS, Selasa (5/11), memberi mereka keunggulan yang dapat mereka gunakan untuk bersaing dengan Trump pada tahun 2020.

Berkat dukungan pemilih di pinggiran kota, Partai Demokrat mengambil kendali atas kedua majelis legislatif di negara bagian Virginia, sebuah hadiah bagi Ralph Northam, gubernur Demokrat negara bagian itu.

Dengan wajah berseri-seri, Gubernur Ralph Northam mengumumkan kemenangan itu. œKarena saya di sini untuk secara resmi menyatakan hari ini, 5 November 2019, bahwa Virginia secara resmi telah menjadi wilayah biru atau Demokrat. Selamat!

Sementara itu Andy Beshear dari Partai Demokrat menyatakan kemenangan dalam pemilihan gubernur di negara bagian Kentucky atas petahana Matt Bevin dari Partai Republik.

Beshear mengatakan, dia menang dengan fokus pada isu-isu lokal, yang mungkin menjadi pelajaran bagai Partai Demokrat secara nasional. "Pesan saya adalah bahwa pemilihan ini bukan tentang siapa yang menempati Gedung Putih. Ini tentang apa yang terjadi di rumah Anda, imbuhnya.

Gubernur Matt Bevin dari Partai Republik, mungkin gubernur yang paling tidak populer di negara bagian itu, tetapi tidak menyerah. Dia berharap dukungan pada menit-menit terakhir dari Presiden Trump akan membawanya ke kemenangan.

œKentucky memimpin di depan dan kita mendukung presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump!, serunya.

Presiden Trump lebih beruntung di Mississippi yang konservatif di mana ia berkampanye untuk mendapat dukungan pemilih bagi kandidat gubernur yang menang, Tate Reeves dari Partai Republik.

Berbicara menyambut kemenangannya, Tate Reeves di antaranya mengatakan, œKaum liberal nasional percaya bahwa jika mereka bisa datang ke Mississippi dan memenangkan pemilihan ini, maka hal itu akan merugikan Donald Trump pada 2020.

Kalangan Partai Demokrat secara nasional merasa optimis oleh hasil terbaru itu, seperti diungkapkan oleh Ketua Partai Demokrat Tom Perez.

œKemenangan kemarin adalah kemenangan untuk semua kaum Demokrat dan, saya pikir, itu adalah kemenangan untuk nilai-nilai demokrasi yang kita anut, dan saya tidak bisa mengatakan cukup tentang kerja sama yang hebat dari semua mitra dalam ekosistem ini, komentarnya.

Dukungan Partai Republik di antara para pemilih di TPS-TPS pinggiran kota turun dalam putaran pemungutan suara terakhir ini, dan jajak pendapat juga menunjukkan bahwa Presiden Trump kehilangan dukungan dari para pemilih independen sementara ia memikirkan apa yang akan terjadi dalam pemilihan tahun depan.

Namun, menurut Susan Page dari USA Today, Presiden Trump tetap sangat fokus pada basis politiknya.

œMungkin kejutan terbesar dari kepresidenan Trump, dan saya katakan bahwa mengakui telah terjadi berbagai macam Kejutan, adalah bahwa sejak hari pelantikannya dia belum berusaha memperluas basis dukungannya. Dia telah memfokuskan hampir secara eksklusif untuk memperkuat dukungan dari pendukung intinya, jelasnya.

Presiden Trump berada di belakang saingan utamanya dari Partai Demokrat, dalam beberapa jajak pendapat nasional baru-baru ini, tetapi popularitasnya sedikit lebih baik dalam survei di negara-negara bagian penting di mana kedua partai bersaing ketat yang dimenangkannya dengan tipis pada tahun 2016.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari....

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu. ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui s...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.