Iran Umumkan Dimulainya Kembali Pengayaan Uranium di Fordow
Friday, 8 November 2019 00:12 WIB | GLOBAL |Global

Badan nuklir Iran, pada hari Kamis (7/11), mengumumkan dimulainya kembali proses pengayaan uranium di Fordow, fasilitas nuklir bawah tanah negara itu yang berdasarkan kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan negara-negara besar dunia dilarang melangsungkan program itu atau riset terkait program itu.

Badan Tenaga Atom Iran mengatakan, melalui sebuah pernyataan, proses pengayaan itu telah dimulai Rabu malam waktu setempat dan disaksikan seorang pejabat dari badan pengawas nuklir PBB (IAEA).

Iran mengatakan berencana untuk melakukan pengayaan uranium hingga ke tingkat 4,5 persen di lokasi itu “ sedikit di atas tingkat yang diizinkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 yang juga dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Namun sebagaimana diungkapkan pemerintah Iran sebelumnya, langkah terbaru mereka ini merupakan bagian dari usaha mengurangi komitmen mereka terhadap JCPOA untuk mendesak negara-negara lain penandatangan kesepakatan itu membantu Iran mengatasi sanksi-sanksi AS terhadap ekspor minyaknya yang penting.

JCPOA dicapai untuk menangkal tuduhan Barat bahwa Iran sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir, Iran telah membantah tuduhan itu dan mengatakam program nuklkirnya untuk tujuan damai, seperti memproduksi listrik dan teknologi kedokteran. Pengayaan uranium hingga ke tingkat 4,5 persen sangat jauh di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir.

Selain melakukan pengayaan uranium, Iran juga meningkatkan simpanan bahan nuklir yang diperkayanya hingga melampaui batas yang diizinkan JCPOA, dan mengumumkan pembuatan lebih banyak sentrifugal canggih yang akan digunakan untuk proses pengayaan uranium.

Tindakan Iran mendapat kecaman tajam dari Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, yang, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis pagi, meminta para pemimpin dunia untuk membantu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional bertemu Kamis di Wina untuk membahas kerja nuklir Iran. Inspektur badan tersebut bertugas memantau kepatuhan Iran terhadap JCPOA.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademisi itu dibawa dari rumahnya Senin pagi (6/7) oleh lebih dari 12 polisi. The New York Times, mengutip ...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri karantina wilayah nasional. Para pejabat di La Marina di kawasan Galicia memberlakukan karantina te...

ANOTHER NEWS
Minyak bergerak lebih rendah karena kasus Covid-19 memicu kekhawatiran permintaan
Wednesday, 8 July 2020 02:09 WIB Harga minyak turun pada Selasa ini di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus baru virus corona, terutama di Amerika Serikat, yang dapat menghambat pemulihan permintaan untuk bahan bakar. Minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen, atau 0,56%,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.