Pakistan: Pagar Perbatasan Afghanistan akan Selesai pada 2020
Wednesday, 6 November 2019 18:21 WIB | GLOBAL |Global

Pakistan, Selasa (5/11), mengatakan akan membangun pagar di perbatasannya dengan Afghanistan selambat-lambatnya pada akhir 2020. Pembangunan pagar pembatas diharapkan akan meningkatkan situasi keamanan di kawasan itu.

Program pembangunan besar-besaran yang dipimpin militer itu diluncurkan pada pertengahan 2017. Sepasang pagar kawat setinggi hampir tiga meter, dengan celah dua meter di antaranya dan ditutup kawat berduri, dipasang di sepanjang perbatasan, dengan total hampir 2.600 kilometer. Selain itu, ratusan pos dan benteng baru juga telah atau sedang dibangun di sepanjang perbatasan itu.

œKami telah mencapai banyak kemajuan. Saya yakin kami dapat menyelesaikannya pagar perbatasan Pakistan-Afghanistan ini pada akhir 2020, ujar Khusro Bakhtyar, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Pakistan, dalam konferensi pers di Islamabad, Selasa malam (5/11).

Pagar itu membentang di medan terjal dan pegunungan bersalju setinggi 12.000 kaki atau lebih dari 3.600 meter. Para pejabat memperkirakan rencana keamanan di perbatasan itu akan menelan biaya sekitar AS$500 juta.

Bakhtyar mengatakan setelah mengamankan perbatasan barat Afghanistan, pemerintahnya akan mulai membangun pagar yang kuat di sepanjang perbatasan dengan Iran, sekitar hampir 900 kilometer.

Para pejabat Pakistan berkeras bahwa program pembuatan pagar di perbatasan ini akan membantu mencegah penyusupan teroris dan gerakan penyelundup dari segala arah, guna mengatasi masalah keamanan bersama.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.