AS Segera Putuskan Pengecualian Terkait Nuklir Iran
Wednesday, 30 October 2019 11:06 WIB | GLOBAL |Iran,GlobalAmerika

Pemerintahan Trump, Selasa (29/10), menghadapi tenggat yang ditentukannya sendiri untuk memutuskan apakah akan memperpanjang pengecualian yang memungkinkan kekuatan dunia lainnya bekerja sama dengan Iran pada proyek-proyek nuklir sipil tanpa harus dikenai sanksi AS.

Berbicara dalam sidang Senat pada 16 Oktober, Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook, mengatakan pengecualian nuklir Iran yang diperbarui Departemen Luar Negeri selama 90 hari pada 30 Juli, berakhir pada 29 Oktober. Ia mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo harus membuat keputusan apakah akan membatalkan lima pengecualian atau memperbarui salah satunya untuk periode tambahan.

Kelima pengecualian itu memungkinkan Eropa, Rusia dan China mengerahkan personel keempat lokasi nuklir Iran untuk bekerja sama dengan rekan-rekan mereka dari Iran. Hal itu untuk memastikan lokasi itu tidak terlibat dalam kegiatan untuk membuat senjata nuklir. Amerika dan sekutunya telah lama menuduh Iran berupaya meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya, sementara Teheran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai.

Iran setuju bekerja sama dengan para ahli internasional untuk melarang kegiatan terkait senjata potensial di empat lokasi nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi internasional sebagai bagian dari kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia.

Presiden AS Donald Trump tahun lalu menarik diri dari kesepakatan itu dan secara sepihak memberlakukan kembali sanksi AS terhadap Iran. Ia mengatakan kesepakatan 2015 itu tidak cukup keras terhadap Iran dan meluncurkan kampanye "tekanan maksimum" untuk memaksa Teheran meninggalkan ambisi senjata nuklirnya dan kegiatan jahat lainnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan
Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanis...

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya
Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang œsangat kontraproduktif dan mengancam perundingan untuk membuat Korea...

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.