Menteri Pertahanan AS Tiba di Irak
Wednesday, 23 October 2019 16:56 WIB | GLOBAL |Global

Pertahanan AS Mark Esper tiba di Baghdad pada kunjungan yang tidak diumumkan Rabu untuk pembicaraan dengan para pejabat Irak tentang kedatangan pasukan AS yang baru-baru ini ditarik dari Suriah utara.

Tujuh ratus atau lebih pasukan telah pindah ke Irak barat, di mana 5.000 personel militer sudah dikerahkan. Esper mengatakan pasukan tambahan akan membantu mempertahankan Irak dan bersedia melakukan operasi anti-terorisme terhadap gerilyawan Negara Islam di dalam wilayah Suriah.

Tetapi pemerintah Irak mengatakan pasukan tidak memiliki izin untuk tinggal di negara itu.

Selama kunjungannya ke Arab Saudi, kepala pertahanan AS mengatakan bahwa "akhirnya tujuan mereka adalah rumah" di Amerika Serikat.

Keputusan mendadak Presiden Donald Trump untuk menarik hampir semua pasukan AS dari Suriah utara dua pekan lalu menyebabkan serangan terhadap pasukan Kurdi oleh pasukan Turki dan pejuang Suriah yang didukung Turki.

Ankara hari Selasa mengumumkan bahwa pihaknya telah mengakhiri ofensifnya, dengan mengatakan A.S. memberi tahu mereka bahwa semua pejuang Kurdi telah mundur dari daerah itu, yang telah menjadi zona aman. Turki telah setuju minggu lalu untuk mengamati gencatan senjata selama lima hari setelah pembicaraan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, mencapai kesepakatan Selasa mengenai kontrol bersama wilayah perbatasan Suriah.

Pejuang Kurdi akan disimpan 30 kilometer dari seluruh perbatasan Turki-Suriah sepanjang 440 kilometer, dan juga mundur dari kota Manbij dan Tel Rifaat.

Kurdi Suriah bertempur bersama pasukan A.S. melawan teroris Negara Islam. Tetapi Turki menganggap mereka terkait dengan separatis Kurdi yang telah lama memperjuangkan otonomi di dalam Turki. Turki menyebut teroris Kurdi.

Kurdi Marah berteriak kata-kata kotor dan melempari konvoi A.S. dengan kentang busuk ketika konvoi itu melewati jalan-jalan Duhok di wilayah Irak / Kurdistan dalam perjalanan ke Irak.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademisi itu dibawa dari rumahnya Senin pagi (6/7) oleh lebih dari 12 polisi. The New York Times, mengutip ...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri karantina wilayah nasional. Para pejabat di La Marina di kawasan Galicia memberlakukan karantina te...

Inggris Akan Larang Huawei Bangun Jaringan 5G
Monday, 6 July 2020 10:28 WIB

Media-media Inggris hari Minggu (5/7) melaporkan pemerintah Inggris berencana mengakhiri keikutsertaan perusahaan telekomunikasi rakasa China, Huawei, untuk membangun jaringan telpon 5G Inggris; suatu perubahan kebijakan yang dinilai akan semakin memperburuk hubungan Inggris dan China yang sudah teg...

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong Berakhir Lebih Rendah Pasca Reli 4 Hari
Tuesday, 7 July 2020 15:26 WIB Saham-saham Hong Kong menutup perdagangan hari Selasa dengan kerugian besar setelah mengalami reli selama empat hari yang sehat, meskipun saham China daratan memperpanjang kenaikan terbaru mereka. Indeks Hang Seng turun 1,38 persen, atau 363,50...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.