Erdogan Kecam Sekutu Barat soal Konflik Suriah Jelang Pertemuan dengan Putin
Tuesday, 22 October 2019 17:02 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Turki meningkatkan tekanannya terhadap sekutu-sekutu Baratnya, ketika akhir dari gencatan senjata yang diminta Amerika semakin mendekat.

Retorika Erdogan yang semakin lantang itu datang menjelang pertemuan penting hari Selasa (22/10) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sementara tekanan internasional semakin besar terhadap Ankara agar mengakhiri operasi militernya terhadap milisi Kurdi, Erdogan mengecam balik terhadap kritik atas operasi militer Turki di Suriah timur laut.

œBarat berpihak dengan teroris, dan semuanya menyerang kami. Ini termasuk negara-negara NATO dan juga negara Uni Eropa. Bukankah Anda menentang terorisme? Sejak kapan Anda membela mereka?, demikian kata Erdogan dalam sebuah pidato pada Senin.

Turki awal bulan ini melancarkan Operasi Musim Semi Damai terhadap milisi Kurdi di Suriah, YPG, yang oleh Ankara dianggap sebagai organisasi teroris terkait dengan pemberontakan di dalam negeri Turki.

YPG adalah komponen utama Pasukan Demokrat Suriah, sekutu penting AS dalam perang melawan Negara Islam. Wakil Presiden A.S. Mike Pence menjadi perantara gencatan senjata 120 jam pekan lalu untuk memungkinkan YPG untuk mundur.

Dengan penarikan akan berakhir Selasa malam waktu setempat, Erdogan memperingatkan Washington tentang tanggung jawabnya untuk menegakkannya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.