Pakistan-India Saling Tembak di Perbatasan, 9 Tewas
Monday, 21 October 2019 23:36 WIB | GLOBAL |Global

Sedikitnya enam warga sipil dan tiga tentara dikabarkan tewas dalam pertempuran di perbatasan antara pasukan Pakistan dan India pada Sabtu malam (19/10). Hal itu menjadikan 19 Oktober sebagai salah satu hari paling mematikan sejak India mencabut status otonomi khusus di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada Agustus.

Berbagai laporan yang simpang siur dari masing-masing pihak mengisyaratkan jumlah korban tewas masih bisa bertambah dari insiden Sabtu malam (19/10).

Juru bicara Angkatan Darat Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, mencuit Minggu (20/10). Dalam cuitan tersebut ia menyalahkan penembakkan yang "tidak terprovokasi" dari Garis Kontrol di sisi India yang katanya "sengaja menarget warga sipil."

Akibatnya empat warga sipil dan seorang tentara di Kashmir yang dikuasai Pakistan tewas, katanya. Dia menambahkan dua tentara dan lima warga sipil terluka.

Dia menambahkan pasukan Pakistan membalas, menewaskan sembilan tentara India dan melukai "beberapa" lainnya. Dia mengatakan dua bungker India telah "dihancurkan."

Tapi sumber-sumber India membantah rentetan peristiwa itu dan jumlah korban.

Para pejabat senior polisi dan militer India mengatakan kepada Reuters dan AP bahwa tentara Pakistan telah menarget sebuah pos perbatasan India dan kawasan sipil, menyebabkan dua tentara dan dua warga sipil tewas.

Kolonel Rajesh Kalia, seorang juru bicara Angkatan Darat India, mengatakan tiga lagi warga sipil terluka dalam baku tembak itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.