Trump Batalkan Rencana KTT G7 di Resor Golf Miliknya
Monday, 21 October 2019 10:30 WIB | GLOBAL |Global

Dalam rangkaian cuitan di Twitter Sabtu (20/10) malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan rencana penyelenggaraan KTT G-7 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida.

Trump pekan lalu mengukuhkan rencana mengadakan KTT tahunan itu di Trump National Doral, tetapi rencananya menuai kecaman luas dari lawan politik dan sebagian petinggi Partai Republik, yang mengatakan presiden akan mendapat keuntungan finansial dari penyelenggaraan itu di sana.

Trump menyalahkan media nasional dan Partai Demokrat karena menentang Doral menjadi tempat pertemuan para pemimpin negara-negara berekonomi maju.

"Menurut saya, saya melakukan sesuatu yang sangat baik bagi negara kita dengan menggunakan Trump National Doral di Miami untuk menjamu para Pemimpin G-7," tulis Trump dalam cuitan itu.

"Tempat ini besar, megah, di atas lahan seluas ratusan hektar, dekat Bandara INTERNATIONAL MIAMI, memiliki aula dan ruang-ruang pertemuan yang sangat baik, dan setiap delegasi akan memiliki 50 hingga 70 unit gedung sendiri. Akan menjadi tempat yang lebih baik daripada alternatif lain. Saya nyatakan bahwa saya bersedia melakukannya TANPA AMBIL UNTUNG atau, jika diizinkan secara hukum, TANPA BIAYA bagi Amerika. Tetapi, seperti biasa, Media yang bermusuhan & Mitra mereka dari Demokrat menjadi GILA!"

Sebagian anggota partai Trump sendiri juga mengkritik rencana tersebut.

Masih dalam cuitan di Twitter, Trump menulis, tempat-tempat lain untuk KTT 2020 di Amerika sekarang akan dipertimbangkan, mungkin mencakup Camp David, tempat peristirahatan presiden di Maryland, di luar kota Washington.

Penjabat kepala staf Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan dalam acara di televisi "Fox News Sunday," bahwa Trump, yang merajai real estat global, "pada akhirnya masih merasa dirinya berkecimpung dalam bisnis perhotelan."

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Kongres AS Setujui Dua RUU Pro-Demokrasi Hong Kong
Friday, 22 November 2019 10:50 WIB

Kongres Amerika Serikat menyetujui dua rancangan undang undang hari Kamis (21/11), untuk mendukung demonstran pro-demokrasi di Hong Kong setelah unjuk rasa berbulan-bulan terjadi di kota semi-otonom itu. DPR Amerika Serikat sangat menyetujui œUndang-Undang Kemanusiaan dan Demokrasi Hong Kong, ...

China Nyatakan Perundingan Perdagangan dengan AS Masih Berlanjut
Thursday, 21 November 2019 23:32 WIB

China masih berusaha menyelesaikan konflik dengan Washington terkait masalah perdagangan, kata seorang pejabat Kementerian Perdagangan hari Kamis (21/11), menepis spekulasi bahwa perundingan mungkin sedang menghadapi masalah, sebagai œrumor yang tidak akurat. Juru bicara kementerian Gao Feng m...

Iran Masih Blokir Internet, Ekonomi Memburuk
Thursday, 21 November 2019 17:59 WIB

Organisasi pemantau Internet berbasis di London, NetBlocks, Kamis (21/11) pagi mengunggah cuitan di Iran, mengatakan "penutupan internet hampir sepenuhnya" telah melampaui 100 jam sejak dimulai pada Sabtu (16/11) malam. "Hak digital adalah hak asasi manusia: akses harus dipulihkan bagi semua warga ...

Trump Mempertimbangkan Apakah Apple Harus Dibebaskan Dari Tarif Cina
Thursday, 21 November 2019 10:59 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu setelah berkeliling pabrik yang merakit komputer Apple Inc bahwa ia sedang mempertimbangkan apakah akan membebaskan perusahaan AS dari tarif impor impor dari China. "Kami sedang melihat itu," kata Trump dalam menjawab pertanyaan wartawan tentang tarif...

Senat AS Sahkan RUU untuk Dukung HAM di Hong Kong
Wednesday, 20 November 2019 23:58 WIB

Senat Amerika dengan mudah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) mendukung hak asasi di Hong Kong, kota semi-otonomi China, yang beberapa bulan ini dilanda kerusuhan, sering kali diiringi kekerasan. UU Hak Asasi dan Demokrasi Hong Kong itu disahkan melalui pemungutan suara pada Selasa (19/11). R...

ANOTHER NEWS
Kongres AS Setujui Dua RUU Pro-Demokrasi Hong Kong
Friday, 22 November 2019 10:50 WIB Kongres Amerika Serikat menyetujui dua rancangan undang undang hari Kamis (21/11), untuk mendukung demonstran pro-demokrasi di Hong Kong setelah unjuk rasa berbulan-bulan terjadi di kota semi-otonom itu. DPR Amerika Serikat sangat menyetujui...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.