Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB | GLOBAL |Global

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang.

Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu dikenal sebagai Danziq dan kini disebut Gdansk, di Polandia.

Dey dituduh ikut membantu pembunuhan 5.230 orang.

Meskipun ia tidak menyangkal menjadi penjaga di Stutthof, kuasa hukumnya mengatakan kliennya pernah menyampaikan kepada tim penyelidik bahwa ˜™ia menyesal atas apa yang telah dilakukannya.™™

˜™Ia juga memahami bahwa mereka yang ditahan di kamp konsentrasi itu bukan penjahat, tetapi karena alasan anti-Yahudi, rasis dan lain-lain,™™ ujar kuasa hukumnya Stefan Waterkamp pada pengadilan. ˜™Tetapi ia menilai dirinya tidak dalam posisi untuk dapat membebaskan mereka.™™

Mengingat usia Del, sidang pengadilan hanya berlangsung dua jam setiap hari, dan hanya akan diakan dua kali seminggu.

Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman antara enam bulan hingga sepuluh tahun penjara.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.