Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB | GLOBAL |Global

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pada kebaikan.

Dalam sebuah demonstrasi besar pro-Amerika hari Senin (14/10) malam di Hong Kong, para demonstran mendesak Kongres Amerika agar menyetujui RUU tentang HAM dan Demokrasi di Hong Kong, yang akan merugikan status ekonomi khususnya dengan Amerika dan mengenakan sanksi-sanksi atas para pejabat yang dianggap œmenindas kebebasan dasar warga Hong Kong.

RUU itu mendapat dukungan bipartisan dalam DPR dan kemungkinan akan dibahas minggu ini.

Kata seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang berbicara dalam demonstrasi itu, RUU HAM Amerika itu akan œmerupakan senjata paling kuat untuk melawan pemerintah komunis China.

Demonstran pro-demokrasi telah berunjuk-rasa selama lebih dari empat bulan di Hong Kong untuk menentang apa yang mereka anggap sebagai usaha pemerintah China untuk menggerus HAM dan otonomi di bekas koloni Inggris itu.

Pendukung pro-demokrasi senang melihat Amerika bertindak tegas untuk mendukung gerakan pro-demokrasi mereka.

œTiba saatnya bagi dunia untuk bertindak, karena ini bukan hanya untuk mendukung hak-hak warga Hong Kong, tapi juga perjuangan di seluruh dunia untuk membela demokrasi dan kebebasan, kata demonstran Ken Yu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademisi itu dibawa dari rumahnya Senin pagi (6/7) oleh lebih dari 12 polisi. The New York Times, mengutip ...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri karantina wilayah nasional. Para pejabat di La Marina di kawasan Galicia memberlakukan karantina te...

ANOTHER NEWS
Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah Pasca Penurunan Wall Street
Wednesday, 8 July 2020 07:30 WIB Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu, dengan sentimen investor tertekan oleh penurunan di Wall Street. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,64 persen, atau 144,63 poin, menjadi 22.470,06 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.