Trump: AS Akan Terapkan 'Sanksi Besar' Terhadap Turki
Monday, 14 October 2019 23:42 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump pada hari Senin (14/10) menjanjikan "sanksi besar" terhadap Turki. Ancaman sanksi itu diberikan karena invasi Turki ke Suriah utara untuk menyerang pejuang Kurdi. Namun Trump, sekali lagi, membela penarikan pasukan Amerika yang telah berjuang bersama Kurdi melawan teroris ISIS.

œApakah orang benar-benar berpikir bahwa kita mesti berperang melawan anggota NATO, Turki? tulis Trump di Twitter. œPerang yang tidak pernah berakhir akan berakhir! Orang-orang yang sama yang membuat kita masuk ke dalam kekacauan di Timur Tengah adalah orang-orang yang paling menginingkan kita tetap tinggal di sana!

Presiden Trump berpendapat bahwa para pejuang Kurdi œmungkin akan melepaskan beberapa anggota ISIS yang selama ini ditahan dalam upaya œuntuk membuat kita terlibat. Tetapi, pemimpin Amerika itu mengatakan mereka akan œdengan mudah ditangkap kembali oleh Turki atau negara-negara Eropa dari mana banyak di antara mereka berasal.

Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia sedang berusaha bekerja sama dengan para pemimpin kongres, termasuk oposisi dari Partai Demokrat, untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada Ankara.

Pasukan Suriah memasuki sebuah kota dekat perbatasan dengan Turki pada hari Senin, sehari setelah mencapai kesepakatan dengan Kurdi Suriah untuk pindah ke wilayah itu dalam upaya menghadapi serangan Turki.

Kantor berita pemerintah SANA melaporkan gerakan pasukan hari Senin di Tal Tamr, sekitar 20 kilometer dari perbatasan, dan menyatakan gerakan itu dilakukan untuk œmenghadapi agresi Turki. Dilaporkan bahwa kehadiran pasukan Suriah di wilayah itu disambut hangat oleh warga di sana.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari....

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu. ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui s...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.