AS Tarik Sisa Pasukan dari Suriah Utara
Monday, 14 October 2019 18:32 WIB | GLOBAL |Global

Amerika menarik semua pasukan yang tersisa dari Suriah utara, dan pada Minggu (13/10) Presiden AS Donald Trump mengatakan, œIni sangat langkah yang sangat pandai untuk tidak terlibat dalam pertempuran yang dipicu oleh serangan Turki terhadap mitra Amerika, milisi Kurdi.

Menhan Mark Esper memberitahu di Fox News Sunday bahwa Trump Sabtu malam memerintahkan œpenarikan yang disengaja dari 1.000 pasukan Amerika yang masih ada di Suriah utara. Kata Esper, pejabat Amerika khawatir pasukan Amerika akan jadi korban ketika pasukan Turki menyerang milisi Kurdi, yang oleh Turki dianggap teroris, tetapi oleh pihak Barat dinilai mitra utama dalam perang melawan ISIS.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan, pasukan Suriah sudah bergerak ke utara menuju perbatasan untuk œmengkonfrontir agresi Turki, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang juru bicara untuk pengelola kota Kobani yang dikuasai milisi Kurdi mengatakan, SDF atau Pasukan Demokratik Suriah sudah mencapai kesepakatan dengan pasukan Suriah yang akan ditempatkan di tiga titik di dalam atau dekat kota.

Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan kepada Turki agar mengakhiri serangannya.

œKami tidak bisa menerima situasi serangan terhadap milisi Kurdi ini, kata kedua pemimpin itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Erdogan Mengkritik Gerakan UE untuk Melaksanakan Embargo Senjata Libya
Wednesday, 19 February 2020 23:54 WIB

Presiden Turki, Rabu, mengkritik keputusan Uni Eropa untuk meluncurkan upaya maritim yang difokuskan pada penegakan embargo senjata AS di sekitar Libya, menuduh negara-negara Eropa yang menyetujui operasi "campur tangan di kawasan itu." Recep Tayyip Erdogan juga memuji keputusan pemerintah Libya ya...

Bantu Venezuela, Perusahaan Minyak Rusia Dikenai Sanksi oleh AS
Wednesday, 19 February 2020 18:29 WIB

Pemerintah Amerika Serikat, Selasa (18/2), mengenakan sanksi-sanksi ke perusahaan dagang milik pemerintah Rusia, Rosneft, karena membantu Venezuela menghindari embargo ekspor minyak dari negara itu. Kata pejabat pemerintah AS, Rosneft Trading Company dan kepala perusahaan itu, Didier Casimiro dimas...

Australia Bersiap Evakuasi Warga dari Kapal yang Dilanda Virus Korona
Wednesday, 19 February 2020 10:21 WIB

Australia sedang bersiap-siap untuk mengevakuasi lebih dari 200 warganya dari kapal pesiar "Diamond Princess" yang dilanda wabah virus korona. Kapal dengan sekitar 3.700 penumpang dan awak itu telah dikarantinakan di Yokohama, Jepang, sejak 3 Februari lalu. Lebih dari 450 penderita virus korona COV...

Uni Eropa Setujui Perjanjian Perdagangan dengan Vietnam
Wednesday, 19 February 2020 00:09 WIB

Uni Eropa telah menyetujui perjanjian perdagangan dengan Vietnam, membuktikan kelirunya mereka yang skeptis karena mengira keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan masalah HAM Vietnam akan menangguhkan pemungutan suara mengenai perjanjian tersebut. Anggota Parlemen Uni Eropa minggu lalu member...

Kematian Karena Virus Korona Lampaui 1.800 orang
Tuesday, 18 February 2020 18:27 WIB

Pejabat kesehatan China, Selasa (18/2), melaporkan jumlah penderita virus korona yang sudah dikukuhkan mencapai lebih dari 71 ribu orang, dan korban yang meninggal lebih dari 1.800 orang. Kira-kira 11 ribu dari orang yang terkena virus itu dilaporkan telah sembuh. Mengutip Reuters, Provinsi Hubei,...

ANOTHER NEWS
Saham-Saham di Hong Kong Dibuka Dengan Kenaikan
Thursday, 20 February 2020 09:03 WIB Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Kamis karena investor mengambil isyarat dari Wall Street di mana harapan bahwa irus Korona baru hanya akan memiliki dampak jangka pendek pada ekonomi global mendukung pasar. Indeks Hang Seng naik 0,4...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.